• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
Sudut Lima Puluh Kota
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
Sudut Lima Puluh Kota
No Result
View All Result
Home Sumatera Barat

Refleksi Sumpah Pemuda: Keterbukaan Informasi Jalan Menuju Indonesia Emas

Redaksi by Redaksi
28 Oktober 2025
in Sumatera Barat
0 0
0
Refleksi Sumpah Pemuda: Keterbukaan Informasi Jalan Menuju Indonesia Emas
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Musfi Yendra

Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat

Padang, http://sudutlimapuluhkota.com — Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia mengenang kembali momentum bersejarah Sumpah Pemuda 1928 sebuah tonggak lahirnya kesadaran kolektif anak muda Nusantara untuk menanggalkan sekat kedaerahan dan berdiri dalam satu tekad: bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Indonesia.

Namun bila ditilik lebih dalam, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya berbicara tentang kesatuan dan nasionalisme, melainkan juga keterbukaan informasi bagaimana para pemuda kala itu mengakses, berbagi, dan mengelola pengetahuan demi membangun kesadaran kebangsaan.

Pada masa penjajahan, akses terhadap informasi sangat terbatas. Tapi keterbatasan itu justru melahirkan kreativitas dan semangat kolaborasi. Para pemuda pergerakan seperti Jong Java, Jong Sumatera, dan Jong Ambon menjadikan organisasi mereka sebagai pusat pertukaran informasi. Diskusi-diskusi kecil di asrama, surat kabar lokal, serta pertemuan lintas daerah menjadi ruang terbuka untuk bertukar ide tentang nasib bangsa.

Baca Juga : KI Sumbar Tetapkan Tiga Besar Hasil Monev 2025, Jumlah Badan Publik Informatif Melonjak Tajam

Dalam konteks itu, keterbukaan informasi tampil sebagai bentuk perlawanan intelektual. Para pemuda menyadari, pengetahuan yang tersebar luas akan menyalakan kesadaran kolektif dan menjadi bahan bakar perjuangan. Lahirnya Sumpah Pemuda pun tak lepas dari kebebasan komunikasi antar organisasi. Kongres Pemuda II 1928 hanya mungkin terlaksana karena adanya keterbukaan dan kepercayaan di antara berbagai kelompok pemuda dari berbagai daerah.

Mereka saling berbagi gagasan tanpa sekat, mengirim surat, dan menyebarkan ide melalui media massa sederhana. Di situlah nilai fundamental keterbukaan informasi dalam sejarah kepemudaan Indonesia: keterbukaan melahirkan persatuan, dan persatuan melahirkan kekuatan perubahan.

Keterbukaan di Era Digital

Sembilan puluh tujuh tahun kemudian, tantangan generasi muda Indonesia tentu berbeda. Kini, di era digital, arus informasi begitu deras. Keterbukaan bukan lagi cita-cita, melainkan realitas yang menuntut tanggung jawab moral.

Dalam konteks modern, keterbukaan informasi publik telah diatur secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Regulasi ini menegaskan hak setiap warga negara untuk tahu, mengawasi, dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Namun, pertanyaannya: sudahkah semangat keterbukaan ini tumbuh di tubuh organisasi kepemudaan masa kini?

Masih banyak organisasi yang tertutup dalam pengelolaan informasi mulai dari kegiatan, pendanaan, hingga arah gerakan. Padahal, di era keterbukaan, transparansi adalah fondasi kepercayaan publik. Pemuda sebagai agen perubahan seharusnya menjadi teladan bagaimana organisasi dikelola secara terbuka dan akuntabel.

Menuju Indonesia Emas 2045

Keterbukaan informasi di kalangan pemuda menjadi instrumen penting menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara maju dan berdaya saing global, generasi muda harus memiliki integritas, transparansi, dan kemampuan mengelola informasi secara bijak.

Pemuda juga berperan sebagai penjaga ruang publik digital agar tidak dipenuhi hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi data. Dalam hal ini, literasi informasi menjadi kunci: bukan hanya mampu mencari dan menyebarkan informasi, tetapi juga menilai, memverifikasi, dan menggunakannya untuk kemajuan bangsa.

Keterbukaan informasi membuka peluang partisipasi generasi muda dalam pembangunan. Dengan akses terhadap data publik dari pemerintah, dunia usaha, hingga lembaga masyarakat, pemuda dapat terlibat dalam inovasi kebijakan, pengawasan publik, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Transparansi memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperluas jejaring sosial, dan mempercepat lahirnya solusi inovatif terhadap persoalan bangsa mulai dari kemiskinan, pendidikan, hingga perubahan iklim.

Keterbukaan Sebagai Fondasi Pemerintahan Modern

Di era pemerintahan Prabowo–Gibran, keterbukaan informasi menjadi bagian dari misi besar Asta Cita, yakni membangun pemerintahan yang efisien, bersih, dan transparan. Dalam konteks ini, generasi muda dituntut bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga produsen pengetahuan yang jujur dan bertanggung jawab.

Pemuda harus berani membuka ruang dialog, menolak manipulasi informasi, dan menumbuhkan kembali semangat kolaborasi sebagaimana diteladankan para pendahulu di tahun 1928.

Menyalakan Kembali Api Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda 2025 hendaknya menjadi refleksi moral sekaligus momentum aktualisasi nilai keterbukaan. Kemajuan tidak lahir dari semboyan semata, melainkan dari praktik transparansi nyata baik di organisasi, pemerintahan, maupun dalam kehidupan sosial.

Di tangan pemuda yang berintegritas dan terbuka, Indonesia akan memiliki generasi yang bukan hanya bangga menjadi bagian dari bangsa besar, tetapi juga berani memastikan bangsanya maju melalui transparansi, partisipasi, dan kolaborasi.

Dengan semangat itu, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan memperbarui komitmen terhadap keterbukaan sebagai jalan menuju Indonesia Emas 2045.

Sebab sebagaimana para pemuda 1928 membangun bangsa lewat keterbukaan informasi di masa perjuangan, maka generasi muda hari ini harus membangun masa depan dengan prinsip yang sama dengan alat yang lebih modern, lebih cepat, dan lebih bertanggung jawab.

Itulah cara paling konkret menghormati Sumpah Pemuda: menjaga agar informasi tetap menjadi cahaya yang menuntun bangsa menuju kemerdekaan yang sejati kemerdekaan dalam berpikir, berbicara, dan berbuat untuk kebaikan bersama. (TIM)

Jumlah Pengunjung: 318
Tags: DigitalEkonomiEkonomi KreatifGibranGibran Rakabuming RakaHoaxIndonesiaInformasi PublikKeterbukaan Informasi PublikKolaborasiKomisi InformasiMasyarakatmediaNusantaraOrganisasiPemudapendidikanPrabowoPrabowo SubiantoPresidenSejarahSumpah PemudaTurn Back HoaxUndang-Undang
Previous Post

Sinergi PJKIP dan TVRI Sumbar Bahas Urgensi Keterbukaan Informasi Publik

Next Post

Kelurahan Koto Tangah Wakili Sumbar di Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award 2025

Next Post
Kelurahan Koto Tangah Wakili Sumbar di Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award 2025

Kelurahan Koto Tangah Wakili Sumbar di Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Wali Kota Payakumbuh Gerak Cepat Salurkan Bantuan Benih Jagung untuk Petani Terdampak Bencana
  • WaWaKo Payakumbuh Ingatkan ASN Jangan Lengah Hadapi Penilaian Ombudsman 2026
  • Wabup Lima Puluh Kota Buka Pelatihan DASHAT, Dorong Perubahan Perilaku Cegah Stunting
  • Pemko Payakumbuh Prioritaskan Tambahan TKD untuk Bencana dan Pemulihan Ekonomi
  • Pemko Payakumbuh Raih Prestasi di Bidang Pengadaan Barang dan Jasa

Recent Comments

  1. Ayendra Asmuti mengenai Bupati Lima Puluh Kota Klarifikasi Video Viral Mirip Dirinya, Tegaskan Jadi Korban Pemerasan
  2. SILVIYA mengenai Galodo dan Tanah Longsor Landa Nagari Baruah Gunuang, Puluhan Rumah, Jalan Hingga Sawah Warga Terdampak
  3. sudutgurun tikotok mengenai Opini: Belajar Bertanggung Jawab: Mengubah Hidup dari Cara Pandang
  4. Azzahra mengenai WaWaKo Payakumbuh Lepas Enam Atlet Sepatu Roda ke Ajang Internasional VERKA CUP 2025
  5. Chairul mustafa mengenai Sejarah Singkat Nagari Koto Alam
  • Nagari Baruah Gunuang, Kec.Bukik Barisan, Kab 50 Kota, Sumatera Barat 26257
  • 0858-3515-5158
  • sudutlimapuluhkota@gmail.com

Ikuti Kami

  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota

Kunjungi Kami

Statistik Pengunjung

© 2024 Official Website Sudut Lima Puluh Kota – Supported by Malakatech.com.All rights reserved