Jakarta, http://sudutlimapuluhkota.com — Kemajuan bangsa berawal dari rakyat kecil yang berdaya. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI selama 130 tahun kiprahnya. Sebagai bank yang tumbuh bersama rakyat, BRI konsisten menjadi katalis utama pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ultra Mikro (UMi), dengan menghadirkan akses keuangan yang inklusif, terintegrasi, dan adaptif terhadap era digital.
Melalui berbagai program pendanaan, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan, BRI membuktikan bahwa kemajuan ekonomi Indonesia dimulai dari akar rumput dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Sinergi Holding Ultra Mikro: Satu Ekosistem, Satu Tujuan
Sejak membentuk Holding Ultra Mikro (UMi) bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI berhasil menghadirkan layanan keuangan yang menyentuh segmen usaha terkecil di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Holding ini beroperasi dalam tiga tahap strategis:
- Empower – PNM memberdayakan kelompok prasejahtera melalui pendampingan usaha dan literasi keuangan.
- Integrate – Pegadaian dan BRI membuka akses pembiayaan tambahan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan produk gadai untuk memperkuat modal kerja.
- Upgrade – BRI melayani pelaku ultra mikro yang naik kelas ke segmen mikro melalui produk Kupedes dan pembiayaan berbasis digital.
Sinergi ini menjadikan lebih dari 40 juta pelaku usaha kecil kini terhubung ke sistem keuangan formal, memperkuat target inklusi keuangan nasional 90% pada 2026.
Program Unggulan: Modal, Literasi, dan Digitalisasi
BRI tak hanya menyalurkan kredit, tapi juga menghadirkan solusi menyeluruh bagi keberlanjutan usaha rakyat:
- Kredit Usaha Rakyat (KUR): Pembiayaan berbunga rendah untuk memperluas usaha mikro dan kecil.
- Klasterku Hidupku: Program pengembangan usaha berbasis kelompok yang menumbuhkan kolaborasi dan literasi finansial.
- Desa BRILiaN: Penggerak kemandirian desa melalui inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif.
- Program Mekaar & Paar: Pendampingan bagi perempuan pelaku usaha kecil agar mandiri dan menciptakan lapangan kerja di komunitasnya.
- SENYUM (Sentra Layanan Ultra Mikro): Outlet terpadu yang mengintegrasikan layanan BRI, Pegadaian, dan PNM di satu atap.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM bukan hanya tanggung jawab sosial, melainkan strategi ekonomi berkelanjutan.
Kami percaya, ketika UMKM naik kelas, maka ekonomi nasional ikut tumbuh. Pemberdayaan rakyat bukan hanya tanggung jawab moral, tapi juga strategi bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.
Digitalisasi untuk Inklusi: Layanan Tanpa Batas Geografis
Di tengah percepatan transformasi digital, BRI menghadirkan berbagai inovasi layanan berbasis teknologi:
- BRImo, aplikasi keuangan digital yang memudahkan transaksi harian.
- BRISPOT, digitalisasi proses kredit untuk mempercepat pembiayaan UMKM.
- AgenBRILink, yang memperluas layanan perbankan hingga pelosok desa.
Langkah ini memperkuat visi BRI untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif sekaligus mendorong transformasi sosial-ekonomi masyarakat.
Kisah dari Lapangan: BRI Hadir Nyata untuk Rakyat
Kehadiran Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui jaringan Agen BRILink dinilai berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Putri Maharani, Agen BRILink di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Putri mengenang kembali pengalamannya saat menjadi bagian dari jaringan BRILink. Ia mengaku, dukungan yang diberikan BRI kepada para agen tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam memberdayakan pelaku ekonomi kecil.
“Sebagai Agen BRILink, saya merasakan langsung bagaimana BRI hadir nyata dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Setiap bulan, tim BRI rutin datang untuk memeriksa mesin EDC dan memastikan layanan berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya.
Menurutnya, banyak nasabah yang terbantu melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditawarkan BRI. Program tersebut memberikan kemudahan dengan bunga ringan dan proses pencairan yang cepat, sehingga masyarakat dapat memulai usaha tanpa rasa takut kekurangan modal.
“Saya sendiri pernah merasakan manfaat KUR sebagai pijakan awal untuk mengembangkan usaha kecil yang saya rintis. Saat cicilan berjalan lancar, pihak bank bahkan kembali menawarkan pinjaman lanjutan. Itu bukti bahwa BRI benar-benar menaruh kepercayaan kepada nasabahnya,” tutur Putri.
Selain itu lewat digitalisasi, pelaku UMKM juga dapat mengakses modal, bertransaksi, dan memasarkan produknya secara daring tanpa harus keluar daerah.
“Dulu pelanggan bayar tunai, sekarang tinggal scan QRIS BRI. Penjualan lebih lancar dan bisa dipantau,” ungkap Halifa Dealova, pelaku UMKM binaan BRI di Kota Payakumbuh.
Melalui berbagai program dan inovasi keuangan inklusif, BRI terus memperkuat perannya sebagai lembaga perbankan yang tidak hanya menyediakan layanan finansial, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Begitulah BRI: hadir bukan sekadar sebagai bank, melainkan sebagai sahabat rakyat yang memahami kebutuhan, potensi, dan perjuangan setiap pelaku usaha di negeri ini.
Dampak dan Pengakuan
BRI mencatat, lebih dari 83% portofolio kreditnya disalurkan kepada sektor UMKM pada tahun 2025. Pencapaian ini menjadikan BRI sebagai lembaga keuangan dengan portofolio UMKM terbesar di dunia.
Upaya itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, yang menilai BRI sebagai katalis pertumbuhan ekonomi rakyat dan pendorong utama inklusi keuangan nasional.
Direktur BRI, Sunarso, menambahkan: “Kami ingin memastikan pelaku UMKM dan UMi tidak hanya bertahan, tapi juga naik kelas dan terhubung ke ekosistem digital. Itulah makna sejati dari Bersama Rakyat, Indonesia Maju.”
Meneguhkan Jati Diri Bank Rakyat
Dari pasar tradisional hingga sentra ekonomi digital, BRI membuktikan perannya sebagai bank yang tumbuh bersama rakyat. Melalui sinergi kelembagaan, digitalisasi, dan pendekatan sosial, BRI tak hanya memberi modal, tapi juga menanamkan harapan.
Kini, jutaan pelaku usaha kecil bukan lagi penerima bantuan, melainkan motor penggerak kemajuan bangsa. Karena sesungguhnya, kemajuan Indonesia bermula dari tangan rakyat yang diberdayakan.
Bersama Rakyat, Indonesia Maju.
Kepercayaan yang ditanamkan BRI kepada rakyat adalah modal paling berharga untuk menumbuhkan harapan. Dari satu tangan yang diberdayakan, lahirlah ribuan peluang untuk Indonesia yang lebih maju.
(ABDUL)

