Medan, http://sudutlimapuluhkota.com — Kegiatan Kumpul IV yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan sukses mempertemukan seniman, penulis, pegiat budaya, dan masyarakat dalam serangkaian program yang membahas perkembangan seni rupa di Sumatera. Program ini menghadirkan tiga agenda utama, yakni Pameran Kelompok Simpul, Ruang Temu, dan Kumpul di Room C.
Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta terlibat dalam berbagai diskusi, pembacaan karya, serta berbagi pengalaman yang membuka ruang pertukaran gagasan dan memperkuat jejaring seni rupa lintas wilayah di Sumatera.
Pameran Simpul Tampilkan Delapan Seniman Sumatera
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan Pameran Kelompok Simpul pada 5 Juni 2026 di GUA Lokal, Jalan Kalingga Nomor 14, Medan. Pameran ini menampilkan karya delapan seniman dari berbagai daerah di Sumatera, yakni Yulfa Haris Saputra (Aceh), Ai, Simu Anugrah, dan Winarto Kartupat (Medan), Rara Almada Mutiara (Bengkulu), Imam Teguh Sy dan Jimmi Kartolo (Kota Padang Panjang), serta Nanda Pradinhe (Kota Padang).
Perwakilan manajemen GUA Lokal, Jedidah Angkasa, mengatakan Simpul dirancang sebagai ruang pertemuan bagi beragam praktik dan pengalaman berkesenian yang berkembang di Sumatera.
“Simpul tidak berupaya menghadirkan satu gambaran tunggal tentang Sumatera, melainkan membuka ruang bagi berbagai cara melihat, membaca, dan memahami pengalaman yang tumbuh dari konteks yang berbeda-beda,” kata Jedidah.
Baca Juga : GUA Lokal Gelar Kumpul IV, Satukan Seniman Visual Lintas Sumatera
Melalui karya yang dipamerkan, para seniman mengangkat berbagai isu dan pengalaman, mulai dari ingatan, lingkungan, material, kehidupan sehari-hari hingga perubahan sosial, melalui pendekatan artistik yang beragam.
Penulis dan kurator seni rupa Hendro Wiyanto yang terlibat sebagai narasumber Kumpul IV menilai karya-karya dalam Simpul menunjukkan proses pencarian artistik yang penting bagi perkembangan seniman muda Sumatera.
Menurut Hendro, penggunaan material yang dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi salah satu kekuatan karya para peserta pameran. Ia mencontohkan penggunaan pasir dalam karya Winarto Kartupat serta perpaduan fotografi, cyanotype, dan kantung teh dalam karya Simu Anugrah yang menghadirkan kemungkinan pembacaan baru terhadap benda-benda yang akrab ditemui masyarakat.
Artist Talk Bahas Proses Kreatif Seniman
Sebagai bagian dari rangkaian Simpul, GUA Lokal juga menggelar Artist Talk pada 7 Juni 2026 di Me & Kalingga. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah seniman peserta pameran, yakni Simu Anugrah, Ai, Imam Teguh Sy, Yulfa Haris Saputra, dan Jimmi Kartolo.
Dalam sesi tersebut, para seniman berbagi pengalaman mengenai proses kreatif, sumber inspirasi, hingga berbagai pertanyaan yang melatarbelakangi praktik artistik mereka.
Seniman asal Kota Padang, Diah Angginauli Sitompul, menilai forum seperti Ruang Temu tidak hanya menjadi sarana apresiasi karya, tetapi juga ruang kritik dan refleksi yang membantu seniman mengembangkan praktik berkesenian mereka.
Kumpul di Room C Tutup Rangkaian Kegiatan
Rangkaian Kumpul IV ditutup melalui kegiatan Kumpul di Room C pada 7 Juni 2026 di Room C Art Gallery, Kota Medan. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana lebih intim ini menghadirkan seniman sekaligus pemilik galeri, Franky Pandana, untuk berbagi pengalaman mengenai perjalanan berkarya dan koleksi seni yang dimilikinya.
Peserta diajak menelusuri puluhan karya koleksi Room C Art Gallery sembari mendengarkan cerita mengenai pertemuan, persahabatan, dan perjalanan yang melatarbelakangi hadirnya karya-karya tersebut dalam koleksi galeri.
Dalam kesempatan itu, Franky juga berbagi pandangannya mengenai proses artistik yang dijalaninya. Ia menegaskan bahwa drawing atau menggambar tetap menjadi fondasi penting dalam praktik seni rupa.
“Buat saya drawing itu dasar yang paling penting bagi seorang perupa. Pada akhirnya saya selalu kembali ke dasar tersebut dan mengeksplorasi spontanitas garis,” ujar Franky.
Selain membahas koleksi dan proses berkarya, diskusi juga menyinggung peran almarhum Panji Sutrisno yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam perjalanan seni Franky dan keluarganya.
Melalui rangkaian Pameran Simpul, Ruang Temu, dan Kumpul di Room C, Kumpul IV menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan beragam praktik seni rupa, memperluas pertukaran gagasan, serta memperkuat hubungan antarpelaku seni di Sumatera. (TIM)
