Padang Panjang, http://sudutlimapuluhkota.com — Satu lagi prestasi membanggakan ditorehkan oleh siswa MTsN Kota Padang Panjang, Rehafzan Yuliadi Putra. Dalam ajang Green Campus Competition (GCC) ke-6 bidang studi IPA Terpadu yang digelar di MAN 1 Padang Panjang, Rehafzan berhasil meraih peringkat pertama.
Perlombaan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-57 MAN 1 Padang Panjang, yang dihadiri oleh Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat H. Edison, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Hendri Pani Dias, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Panjang H. Mukhlis, serta perwakilan Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muji Sirwanto.
“Berkat keyakinan dan kegigihan, saya bisa mencapai hasil ini. Usaha tidak pernah menghianati hasil,” ujar Rehafzan sambil tersenyum.
Baca Juga : Rehafzan Yuliadi Putra Ukir Prestasi di LOBIS 2025, Raih Juara 3 Bidang Biologi
Siswa yang dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi itu memang kerap menorehkan prestasi di tingkat kabupaten hingga nasional. Berikut deretan capaian Rehafzan selama beberapa tahun terakhir:
- Juara 1 GCC 2025 (Sumbar, Riau, Jambi)
- Juara 2 OMI 2025 (IPA) tingkat kabupaten/kota
- Juara 3 LOBIS 2025 (Biologi) tingkat provinsi
- Juara 2 Batik Birru 2025 (Biologi) tingkat provinsi
- Juara 3 KOSSMI 2023 (IPA) tingkat provinsi
- Juara 2 KSM 2022 (IPA) tingkat nasional
- Juara 2 KOSSMI 2022 (IPA) tingkat nasional
- Juara 1 KSM 2022 (IPA) tingkat provinsi
- Juara 1 KSM 2022 (IPA) tingkat kabupaten/kota
- Juara 2 KSM 2021 (Matematika) tingkat kabupaten/kota
Rehafzan menuturkan, dirinya selalu menantang diri untuk ikut berbagai kompetisi sebagai bentuk pembuktian dan pengalaman belajar. “Kalau mau tahu lebih banyak, bisa dicari di Google, ketik saja nama saya,” ujarnya berseloroh.
Sementara itu, Plt Kakanwil Kemenag Sumbar H. Edison menyebut GCC bukan sekadar lomba akademik, melainkan wadah pembentukan karakter generasi emas bangsa. “Anak-anak yang hadir di sini bukan hanya cerdas akademik, tetapi juga lingual, intrapersonal, dan interpersonal. Mereka inilah calon pemimpin Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Edison juga mengapresiasi kepemimpinan Kepala MAN 1 Padang Panjang, Dr. Laina Hadi, M.Pd., yang dinilainya sukses membangun ekosistem madrasah yang dinamis. “Ada inovasi manajerial dan sinergi guru, tenaga kependidikan, serta siswa. Ini yang membuat madrasah terus berprestasi,” ujarnya.
Laina Hadi menegaskan, usia 57 tahun MAN 1 Padang Panjang merupakan perjalanan sejarah penuh dedikasi. “Madrasah ini lahir dari swasta dan kini menjadi negeri unggulan yang memadukan nilai spiritual, akademik, digital, dan kepemimpinan global,” tuturnya.
Menurutnya, Green Campus Competition telah menjadi ikon tahunan madrasah yang menghadirkan ribuan peserta dengan ide-ide inovatif. “GCC bukan sekadar lomba, tapi ruang ekspresi, kolaborasi, dan pembelajaran lintas madrasah,” katanya.
Kepala Kemenag Kota Padang Panjang, H. Mukhlis, menambahkan bahwa MAN 1 terus menjadi kebanggaan kota meski jumlah madrasah negeri masih terbatas. “Kontribusi MAN 1 luar biasa, membawa nama harum Kota Padang Panjang,” ujarnya.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan pengucapan bismillah bersama. GCC ke-6 dan Milad ke-57 MAN 1 Padang Panjang ini diharapkan menjadi momentum memperkuat karakter, kreativitas, dan daya saing generasi muda menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045. (ABD)

