Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh memperkuat tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas kinerja melalui Rapat Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025 sekaligus persiapan menghadapi Evaluasi SAKIP Tahun 2026 yang mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Rapat yang berlangsung di Ruang Pertemuan Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, pada Rabu (10/06/2026), dipimpin Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda dan diikuti seluruh kepala perangkat daerah serta Tim SAKIP Kota Payakumbuh.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dalam mendorong budaya kerja birokrasi yang terukur, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan masyarakat.
Selain menjadi forum evaluasi capaian kinerja, pertemuan itu juga menjadi langkah persiapan menghadapi kebijakan Kementerian PANRB yang akan menerapkan evaluasi SAKIP berbasis AI untuk meningkatkan efektivitas, objektivitas, dan akurasi penilaian kinerja Pemerintah Daerah (Pemda).
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda menyampaikan apresiasi atas capaian SAKIP Kota Payakumbuh yang kembali mempertahankan predikat BB dengan peningkatan nilai dari 76,01 menjadi 76,31 berdasarkan hasil evaluasi.
“Capaian ini menunjukkan komitmen seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan. Namun, berbagai rekomendasi hasil evaluasi tetap harus ditindaklanjuti agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat,” ujar Rida Ananda.
Ia menjelaskan peningkatan nilai terjadi pada seluruh komponen penilaian, mulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan kinerja hingga evaluasi internal.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, terutama terkait penjenjangan (cascading) kinerja yang belum sepenuhnya selaras antara sasaran strategis daerah dengan pelaksanaan program dan kegiatan perangkat daerah.
Menurutnya, penyelarasan tersebut penting agar setiap program yang didanai APBD benar-benar memberikan kontribusi terhadap target pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
Dalam menghadapi evaluasi berbasis AI, Kota Payakumbuh dinilai memiliki kesiapan yang cukup baik. Berdasarkan survei Pusat Studi Tata Kelola dan Reformasi Administrasi Universitas Indonesia (UI-CSGAR), Kota Payakumbuh menempati peringkat kedua terbaik di Provinsi Sumatera Barat pada aspek kesiapan dokumen dan dukungan teknis.
Capaian tersebut membuka peluang bagi Kota Payakumbuh menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan evaluasi SAKIP berbasis AI.
Pemanfaatan AI sebagai Decision Support System diproyeksikan mampu mempercepat proses telaah dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja yang sebelumnya memerlukan waktu hingga dua pekan menjadi sekitar dua hingga tiga hari. Langkah ini diharapkan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, seluruh perangkat daerah diminta menuntaskan tindak lanjut hasil evaluasi SAKIP paling lambat 30 Juni 2026, melakukan standardisasi dokumen kinerja dalam format PDF Text, serta mempercepat penyempurnaan aplikasi E-SAKIP Kota Payakumbuh agar monitoring dan evaluasi berjalan secara digital dan terintegrasi.
Rida Ananda menegaskan, penguatan SAKIP tidak semata ditujukan untuk meningkatkan nilai evaluasi, tetapi memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat.
Ia menyebut penguatan akuntabilitas turut berkontribusi terhadap capaian pembangunan daerah. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Payakumbuh meningkat dari 80,76 menjadi 81,62 dan masuk kategori sangat tinggi serta menempatkan Kota Payakumbuh pada posisi tiga besar di Provinsi Sumatera Barat.
Di sektor kesejahteraan, angka kemiskinan tercatat sebesar 4,95 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sumatera Barat sebesar 5,31 persen dan nasional sebesar 8,25 persen. Rasio gini juga menurun dari 0,313 menjadi 0,271.
Sementara itu, di tengah tantangan akibat kebakaran besar di kawasan Pertokoan Blok Barat dan gangguan jalur transportasi utama, perekonomian Kota Payakumbuh tetap tumbuh sebesar 3,55 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Sumatera Barat sebesar 3,37 persen.
“Akuntabilitas bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan mampu menghasilkan manfaat nyata, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” tutup Rida Ananda. (ABD/MediaCenter)
