Cuaca Sumatera

Diperbarui 10.13 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
27°
🌦 Hujan lokal
Padang
26°
⛅ Berawan
Pekanbaru
29°
🌦 Hujan lokal
Palembang
32°
🌤 Cerah berawan
Banda Aceh
31°
🌤 Berawan sebagian
Batam
30°
🌤 Berawan sebagian
Bandar Lampung
28°
☀️ Cerah
Kota Payakumbuh

Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI di Payakumbuh Berlangsung Khidmat Meski Diguyur Hujan

Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kota Payakumbuh berlangsung khidmat meski diguyur hujan deras sejak pagi. Ratusan guru tetap mengikuti upacara yang dipimpin Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, di halaman Balai Kota Payakumbuh, pada Selasa (25/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Elzadaswarman membacakan sambutan Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi. Sambutan tersebut menegaskan kembali sejarah panjang lahirnya PGRI, konsistensi perjuangan organisasi guru terbesar di Indonesia tersebut, serta tantangan besar yang kini dihadapi dunia pendidikan nasional.

PGRI, yang lahir di Solo pada 25 November 1945 seratus hari setelah kemerdekaan Republik Indonesia berdiri dari semangat persatuan guru di tengah situasi perang. Sejak awal, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai penjaga kedaulatan republik yang baru berdiri.

“Dengan semangat persatuan, para guru berikrar bahwa guru Indonesia harus bersatu dalam satu organisasi, mendidik, dan menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Inilah jiwa PGRI sejak awal berdiri hingga sekarang,” ujar Wakil Wali Kota Elzadaswarman membacakan sambutan Ketum PB PGRI.

Ia juga mengapresiasi Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 yang menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghargaan negara terhadap peran penting guru sepanjang sejarah bangsa.

Guru Dituntut Adaptif Hadapi Transformasi Digital

Memasuki usia ke-80, PGRI menilai dunia pendidikan berada pada titik krusial. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan membuat guru dituntut untuk terus beradaptasi dan mengembangkan pola pembelajaran yang inovatif.

“Perkembangan kecerdasan buatan dan transformasi digital mengharuskan kita untuk tidak berhenti belajar. Guru harus terus berinovasi dan memiliki pola pikir bertumbuh,” lanjutnya.

Menurutnya, guru merupakan aktor utama yang menentukan kemampuan literasi, karakter, dan kolaborasi lintas disiplin bagi generasi masa depan.

Sorotan Perlindungan Guru

PGRI juga menyoroti meningkatnya kasus guru yang berhadapan dengan persoalan hukum saat menjalankan tugas. “Maraknya guru yang mengalami kekerasan dan dilaporkan ke pengadilan menunjukkan lemahnya perlindungan guru,” tegasnya.

PGRI disebut terus melakukan pendampingan terhadap kasus-kasus tersebut, meski tidak seluruhnya terekspos ke publik. Pemerintah dan DPR diminta memasukkan klausul perlindungan guru dalam pembahasan undang-undang baru.

Selain itu, PGRI menekankan pentingnya keberlanjutan Tunjangan Profesi Guru dan Dosen (TPGD), percepatan sertifikasi, serta rekrutmen guru honorer menjadi ASN tanpa diskriminasi antara guru negeri dan swasta.

“RUU Sisdiknas harus memuat secara eksplisit substansi penting mengenai kesejahteraan, kualitas, dan perlindungan profesi guru,” tegas Ketum PB PGRI dalam sambutan tersebut.

Harapan pada Pemerintahan Baru

Unifah juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui program Asta Cita yang memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan.

“Pendidikan yang berkualitas akan terwujud jika guru mendapat perhatian serius dalam hal kesejahteraan, kompetensi, dan perlindungan hukum,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh struktur organisasi PGRI untuk memperkuat solidaritas internal dan kemitraan strategis dengan pemerintah. “PGRI harus menjadi kekuatan moral intelektual yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan,” tutupnya.

Apresiasi Pemko Payakumbuh

Usai upacara, Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru di Kota Payakumbuh yang tetap berdedikasi di tengah berbagai tantangan zaman. “Guru adalah penjaga peradaban. Kota Payakumbuh berdiri karena para pendidiknya menjaga kualitas generasi kita,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Pemko Payakumbuh akan terus mendukung penguatan kompetensi guru dan sinergi bersama PGRI. “Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas Yes! Siapa Kita? Indonesia!” serunya mengakhiri kegiatan. (ABD/MediaCenter)

Berita Selanjutnya Lomba Cerdas Sains 2025 Resmi Dibuka, Rehafzan Yuliadi Putra Persembahkan Prestasi sebagai Kado Hari Guru

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *