Yogyakarta, http://sudutlimapuluhkota.com — ParagonCorp bersama Corpora Science memulai pengembangan riset berbasis multi-omics di bidang kecantikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi tersebut menjadi langkah baru ParagonCorp dalam memperkuat kapabilitas riset beauty science berbasis karakteristik biologis masyarakat Indonesia.
Pengembangan multi-omics merupakan kelanjutan dari riset advanced research ParagonCorp yang telah dimulai sejak 2021 melalui penelitian genomik kulit masyarakat Indonesia. Hasil penelitian tersebut kemudian menjadi salah satu landasan dalam pengembangan produk ParagonCorp yang diluncurkan pada 2024.
Kini, ParagonCorp memperluas pendekatan riset dengan mengembangkan multi-omics, yakni metode yang menggabungkan berbagai lapisan informasi biologis untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses biologis manusia.
Baca Juga : ParagonCorp Raih Dua Penghargaan Regional ETHCA Southeast Asia 2026 atas Budaya Belajar dan Kebermanfaatan
Pendekatan tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain genomik, metabolomik, proteomik, dan lipidomik. Dengan menghubungkan berbagai jenis data biologis, peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kondisi kulit.
Kebutuhan terhadap pendekatan tersebut dinilai penting karena karakteristik kulit seseorang tidak hanya dipengaruhi faktor genetik. Paparan sinar matahari, kondisi iklim tropis, lingkungan, gaya hidup, pola aktivitas, hingga berbagai proses biologis di dalam tubuh juga dapat memengaruhi kondisi kulit setiap individu.
Karena itu, pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakteristik masyarakat Indonesia menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan inovasi kecantikan yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Deputy CEO ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan kolaborasi dengan Corpora Science merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem riset yang lebih kuat di Indonesia.
“Bagi ParagonCorp, kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama, melainkan langkah awal membangun ekosistem riset yang semakin kuat di Indonesia. Kami berharap semakin banyak penelitian berkelas dunia dapat lahir dari Indonesia, dimulai dari Yogyakarta,” ujar Sari.
Menurut dia, pengembangan ekosistem riset merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang memiliki landasan ilmiah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Perjalanan dari genomik menuju multi-omics mengingatkan kami bahwa membangun ilmu pengetahuan tidak pernah instan. Setiap tahapan riset adalah fondasi yang memungkinkan kita memahami manusia dengan lebih utuh dan menghadirkan inovasi yang semakin berbasis sains, sehingga dapat semakin personalized, precise, dan relevant bagi konsumen,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, ParagonCorp dan Corpora Science akan mengembangkan penelitian berbasis multi-omics secara bertahap dengan menghubungkan berbagai lapisan data biologis.
Kolaborasi juga mencakup pemanfaatan fasilitas laboratorium, pertukaran pengetahuan dan keahlian antar peneliti, pengembangan metodologi penelitian, serta penyusunan publikasi ilmiah bersama.
Direktur Operasional Corpora Science, Saptogiri, mengatakan kemajuan penelitian membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan kompetensi.
“Setiap lapisan data biologis memberikan informasi yang berbeda. Ketika berbagai informasi tersebut mulai dihubungkan, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses biologis yang terjadi,” ujarnya.
Saptogiri menambahkan, kemampuan tersebut tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan metode penelitian secara berkelanjutan.
Selain memperkuat pengembangan riset, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas ekosistem penelitian nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan jejaring antara industri dan lembaga riset, serta peningkatan publikasi ilmiah.
Bagi ParagonCorp, investasi di bidang riset merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Perjalanan dari penelitian genomik pada 2021 menuju pengembangan pendekatan multi-omics menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ilmiah untuk mendukung inovasi kecantikan yang semakin relevan dengan karakteristik masyarakat Indonesia. (TIM)
