Cuaca Sumatera

Diperbarui 21.16 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
25°
⛅ Berawan
Padang
24°
🌤 Cerah berawan
Pekanbaru
24°
🌤 Cerah berawan
Palembang
24°
⛅ Berawan
Banda Aceh
26°
⛅ Berawan
Batam
26°
⛅ Berawan
Bandar Lampung
25°
🌤 Cerah berawan
Nasional

ParagonCorp Luluskan Ribuan Guru dan Dosen, Perkuat Kompetensi Pendidik di Era AI

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"square_fit":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Program CSR Pendidikan ParagonCorp yakni Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Progran ILP (ILP) 2026 luluskan 5.000 guru dan 1.000 dosen

Jakarta, http://sudutlimapuluhkota.com — ParagonCorp melalui program Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026 meluluskan sebanyak 6.000 pendidik, terdiri atas 5.000 guru dan 1.000 dosen.

Kelulusan tersebut diumumkan dalam kegiatan Inspiring Educators 2026 yang digelar di Jakarta Concert Hall, Kota Jakarta, pada Sabtu (26/09/2026), dan dihadiri sekitar 1.000 guru, dosen, serta pegiat pendidikan.

Komisaris ParagonCorp Salman Subakat mengatakan perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak mengurangi pentingnya peran pendidik. Menurutnya, AI dapat membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, sementara guru tetap memiliki peran penting dalam membangun cara berpikir, karakter, keberanian, dan daya juang.

“AI bisa membantu murid mendapatkan knowledge. Tetapi pendidik membantu murid membangun cara berpikir, karakter, keberanian, dan daya juang. Semakin AI berkembang, peran pendidik bukan semakin kecil, justru semakin penting,” ujar Salman.

Baca Juga : ParagonCorp Dorong Rasa Ingin Tahu, Eksperimen, dan Peran Guru di Era AI

Pada WIT 2026, para guru juga dibekali kemampuan berpikir komputasional dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Program tersebut berlangsung selama enam bulan dan mencakup pembelajaran berbasis proyek yang berpusat pada murid.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan pentingnya guru memandang setiap murid sebagai pribadi yang memiliki potensi dan menjadikan mereka sebagai rekan belajar. Guru, kata dia, juga perlu menempatkan diri sebagai pembelajar di dalam kelas.

“Setiap murid datang ke kelas dengan potensinya masing-masing. Perlakukan mereka sebagai rekan belajar. Guru pun harus memposisikan diri sebagai pembelajar di kelas,” kata Mu’ti.

Mu’ti juga menekankan tiga hal yang menjadi fondasi guru dalam menjalankan tugasnya, yakni mencintai murid dan ilmu, mendidik dengan menginspirasi, serta memuliakan murid dalam proses pembelajaran.

Menurut Mu’ti, pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning perlu diterapkan dengan prinsip mindful, meaningful, dan joyful. Guru tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi terlibat bersama murid dalam membangun pengetahuan.

Salman menambahkan, kelulusan dari program WIT dan ILP bukan menjadi akhir dari proses belajar. Ia mendorong para pendidik untuk berbagi pengalaman dan praktik baik kepada guru maupun pendidik lainnya.

“Kalau ada cara yang berhasil, bagikan. Kalau ada pengalaman yang bisa dipelajari, ceritakan. Kalau ada guru lain yang sedang kesulitan, bantu,” ujar Salman.

Program WIT dimulai pada 2017 dengan 30 guru di Kota Yogyakarta. Hingga 2026, WIT dan ILP telah menjangkau lebih dari 43.000 pendidik di 38 provinsi di Indonesia.

ParagonCorp berharap para alumni WIT dan ILP dapat terus mengembangkan kompetensi, berbagi praktik baik, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan pendidikan dan peserta didik di Indonesia. (TIM)

Berita Selanjutnya Semarak Hari Pramuka ke-65, BOBB XX Payakumbuh Resmi Ditutup
›

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *