Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com – Direktur Advokasi Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Brigjen Pol. Drs. Jafriedi, MM, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Lima Puluh Kota, Sarilamak, pada Jum’at (11/04/2025), Brigjen Jafriedi menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda), institusi vertikal, dan masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang kian kompleks.
Putra asli Payakumbuh tersebut menyampaikan sejumlah kekhawatiran terhadap dampak dari kebijakan ekonomi global, termasuk depresiasi rupiah, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, serta potensi meningkatnya angka kriminalitas akibat penurunan daya beli masyarakat.
“Kita harus mampu membaca dinamika global dan bersiap dengan strategi adaptif. Pemerintah Daerah (Pemda) harus berani berinovasi agar tetap tangguh menghadapi tantangan-tantangan ini,” ujar Brigjen Jafriedi dalam sambutannya di hadapan unsur pimpinan daerah.
Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Lima Puluh Kota H. Safni Sikumbang, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, Ketua DPRD Lima Puluh Kota Doni Ikhlas, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Ucok Namara, unsur Forkopimda, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Selain menyoroti isu ekonomi, Brigjen Jafriedi juga menekankan pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri lokal sebagai fondasi ketahanan ekonomi daerah.
Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota H. Safni Sikumbang menyambut positif kedatangan Brigjen Jafriedi. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen perwira tinggi Polri tersebut terhadap kampung halamannya.
“Kami merasa bangga atas kunjungan beliau. Sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan institusi strategis nasional seperti BNN sangat penting untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah,” ujar Bupati Safni Sikumbang.
Pertemuan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Lima Puluh Kota yang maju, sejahtera, dan adaptif di tengah tantangan global. (ABD/Kominfo)

