• Indosat berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan kuat dan berkelanjutan sebesar Rp56,5 triliun di tahun 2025.
• Perseroan membukukan peningkatan laba bersih sebesar 12,2% year-on-year, menegaskan momentum solid memasuki tahun 2026.
Indosat mencatat pertumbuhan ARPU yang progresif hingga mencapai Rp44 ribu, didorong oleh personalisasi berbasis AI dan penguatan pengalaman pelanggan. Upaya ini sekaligus membangun kepercayaan digital serta mempercepat transformasi perusahaan agar semakin kompetitif di masa depan.
Jakarta, http://sudutlimapuluhkota.com — PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat/IOH) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp56,5 triliun. Perseroan juga membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menandai momentum bisnis yang berkelanjutan menjelang tahun 2026.
Pada kuartal IV 2025, pendapatan Indosat tumbuh 9 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq) menjadi Rp15,36 triliun. Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk meningkat 53,5 persen qoq dan 12,2 persen yoy menjadi Rp5,5 triliun. Sementara itu, EBITDA naik 12 persen menjadi Rp26,6 triliun, melampaui laju pertumbuhan pendapatan dan mencerminkan fundamental keuangan yang sehat.
President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan capaian tersebut menunjukkan keberhasilan strategi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas.
“Kami menutup 2025 dengan fondasi yang kuat untuk melaju ke 2026. Pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba, serta kenaikan ARPU menunjukkan efektivitas investasi jaringan, transformasi berbasis AI, dan fokus pada pengalaman pelanggan,” ujar Vikram.
Rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) tercatat meningkat menjadi Rp44 ribu. Kenaikan ini didorong oleh personalisasi layanan berbasis kecerdasan artifisial (AI), penguatan kualitas jaringan, serta inovasi keamanan digital, termasuk fitur AI-powered 360 Scam and Spam Protection untuk melindungi pelanggan dari ancaman penipuan dan spam.
Di sisi layanan, Indosat memperluas akses konektivitas melalui solusi fixed wireless access (FWA) dengan merek HiFi Air. Bersama layanan 5G, produk tersebut kini tersedia di 24 kota di Indonesia. Hingga akhir 2025, jumlah pelanggan Home Broadband (HBB) tercatat sekitar 400 ribu.
Indosat menyatakan akan terus berinvestasi pada infrastruktur digital, operasional berbasis data, serta integrasi AI guna memperkuat pengalaman pelanggan, meningkatkan keamanan digital, dan menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. (TIM)

