Cuaca Sumatera

Diperbarui 18.51 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
25°
⛅ Berawan
Padang
24°
⛅ Berawan
Pekanbaru
26°
⛅ Berawan
Palembang
27°
⛅ Berawan
Banda Aceh
27°
⛅ Berawan
Batam
26°
⛅ Berawan
Bandar Lampung
26°
⛅ Berawan
Kota Payakumbuh

Mahasiswa Gelar Aksi Damai, Soroti 100 Hari Kerja Wali Kota Payakumbuh

Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Aliansi Mahasiswa Kota Payakumbuh menggelar aksi damai di halaman Kantor Balai Kota Payakumbuh, pada Rabu (04/06/2025). Mereka menyampaikan kritik terhadap capaian kinerja Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman selama 100 hari pertama masa kepemimpinan.

Aksi yang dimulai dari Tugu Adipura itu berlangsung tertib dan mendapat tanggapan langsung dari Wali Kota Zulmaeta. Turun langsung ke tengah massa, Wali Kota Zulmaeta menyatakan kesiapannya menerima aspirasi dan kritik dari mahasiswa.

“Kami tidak akan tutup mata. Kami tidak alergi terhadap kritik. Aspirasi ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja ke depan,” ujarnya disambut sorak dukungan dari para peserta aksi.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti sejumlah isu strategis, di antaranya keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) yang dianggap tidak tersentuh hukum, dugaan praktik LGBT di beberapa lokasi, hingga persoalan pengelolaan sampah dan pelayanan publik.

Salah seorang orator mengungkapkan kekhawatiran atas dugaan THM yang kembali beroperasi pasca razia dan penyegelan. “Penutupan THM hanya seperti sandiwara. Setelah petugas pergi, mereka buka lagi. Bahkan ada yang beroperasi hingga pukul tiga subuh,” serunya.

Mahasiswa juga melaporkan adanya indikasi praktik LGBT di beberapa kafe, yang menurut mereka bertentangan dengan nilai-nilai adat Minangkabau. “Kami temukan indikasi kuat, termasuk dugaan pelecehan di Jalan Jeruk. Kota ini butuh ketegasan,” tegas peserta aksi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Zulmaeta menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) tidak akan membiarkan terjadinya pelanggaran terhadap norma dan aturan yang berlaku. Ia berkomitmen melakukan evaluasi terhadap aparat penegak perda serta meningkatkan pengawasan.

“Tidak ada kompromi bagi yang melanggar aturan. Jika benar ada THM yang kembali beroperasi setelah disegel, akan kami tindak tegas. Prinsip kami tetap: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK),” ujar Wali Kota Zulmaeta.

Selain isu THM dan moralitas, mahasiswa juga menyoroti buruknya penanganan sampah, pelayanan BPJS yang dinilai belum merata, serta maraknya aksi balap liar dan tindak kriminal jalanan seperti begal.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Zulmaeta yang didampingi Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Sekretaris Daerah, dan sejumlah kepala OPD, menyatakan keterbukaan untuk berdialog lebih lanjut.

“Silakan datang kapan saja ke Balai Kota. Pintu kami selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin bersama-sama membangun Kota Payakumbuh,” katanya.

Aksi damai itu ditutup dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh untuk menindaklanjuti laporan mahasiswa dengan evaluasi menyeluruh dan langkah konkret di lapangan. (ABD/MediaCenter)

Berita Selanjutnya Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemko Payakumbuh Ajak Warga Bersihkan Sungai Batang Agam

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *