Padang, http://sudutlimapuluhkota.com — Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, memaparkan strategi pembangunan ekonomi daerah dalam Sarasehan Ekonomi Sumatera Barat 2025 yang digelar di Kota Padang, pada Kamis (24/07/2025). Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi antar kepala daerah se-Sumatera Barat untuk memperkuat sinergi menuju pertumbuhan ekonomi yang tangguh, inklusif, dan adaptif.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Inovasi dan Kolaborasi Menuju Perekonomian Tangguh di Sumatera Barat”, WaWaKo Elzadaswarman menekankan pentingnya kerja sama lintas daerah dan sektor dalam menghadapi tantangan global, pasca pandemi, dan perubahan iklim.
“Fokus utama kami adalah penguatan ekonomi lokal melalui program seperti UMKM naik kelas, pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi pelayanan publik, hingga pembukaan ruang investasi yang inklusif,” ungkap Wakil Wali Kota Elzadaswarman.
Ia juga memaparkan tiga proyek strategis yang tengah digagas Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh sebagai penggerak ekonomi daerah, yakni:
- Revitalisasi Pusat Pertokoan Kota (Pasar Inpres) menjadi Central Business District (CBD) berkonsep green building maksimal 10 lantai. Proyek ini akan mengintegrasikan pusat perdagangan, kuliner, hotel, apartemen, expo area, dan viewing tower 360°.
- Pengembangan Kawasan Batang Agam sebagai River Front City, yang mengusung konsep pariwisata ramah lingkungan berbasis budaya lokal.
- Modernisasi Pasar Tradisional Ibuh, melalui revitalisasi yang mengedepankan pelayanan modern agar pasar rakyat menjadi lebih kompetitif dan berdaya saing.
Selain infrastruktur, Wakil Wali Kota Elzadaswarman juga menyoroti pengelolaan potensi unggulan daerah, seperti pertanian, kuliner, dan pariwisata, untuk mendorong kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dalam sambutannya mendorong sinkronisasi program pembangunan antara daerah, provinsi, dan pusat. Ia menekankan pentingnya penyusunan RPJMD 2025–2029 yang selaras dengan regulasi nasional dan fokus pada sektor produktif.
“Dana besar yang masuk ke daerah harus dimanfaatkan secara tepat guna. Jangan hanya konsumtif, tapi menjadi pemicu pertumbuhan,” tegasnya.
Wakil Gubernur Vasko juga mendorong digitalisasi yang strategis, khususnya dalam membina UMKM agar mampu menembus pasar e-commerce global.
Sarasehan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap target RPJMN 2025–2029. Forum ini diharapkan menciptakan efek berantai (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pembukaan lapangan kerja, serta peningkatan investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan berbagai inovasi dan potensi yang dimiliki, Kota Payakumbuh kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi kota modern yang tetap berkarakter lokal, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (ABD/MediaCenter)

