• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
Sudut Lima Puluh Kota
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
Sudut Lima Puluh Kota
No Result
View All Result
Home Kecamatan Kecamatan Pangkalan Koto Baru Koto Alam

Sejarah Singkat Nagari Koto Alam

Redaksi by Redaksi
1 Maret 2022
in Koto Alam
0 0
1
Sejarah Singkat Nagari Koto Alam
0
SHARES
462
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com – Koto Alam adalah Nagari tertua di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Bahkan sejarah Koto Alam telah dimulai lama sebelum zaman prasejarah. Bukti sejarah menunjukkan bahwa Koto Alam telah dihuni manusia sejak zaman batu. Di beberapa tempat di daerah Koto Lamo, yaitu tempat tinggal masyarakat Koto Alam pada zaman dahulu, ditemukan “Mejan” yakni batu nisan raksasa peninggalan manusia yang umurnya lebih tua dari Menhir.

 

Sampai penghujung abad ke-18 penghuni Koto Alam berdiam di koto-koto dan taratak yang jumlahnya lebih kurang sebanyak 12 Koto, yaitu:

1. Koto Sianok

2. Koto Intan

3. Koto Bukik

4. Koto Tuo

5. Koto Tarusan

6. Koto Luai

7. Koto Kociak

8. Koto Puncak Balai Buwuak

9. Koto Marapak

10. Koto Lamo

11. Koto Jajaran

12. Koto Ranah

 

Pada awal abad ke-19 Belanda datang mengkoordinir koto yang terpencar-pencar tersebut dan menyatukan dalam satu Nagari yang kemudian diberi nama Koto Alam. Dasar nama Koto Alam itu sendiri lahir dari mufakat 12 penghuni Koto tersebut, diambil dari nama seorang putri yang pernah tinggal di Puncak Balai Buwuak, yang bernama Puti Alam.

 

Nama-nama Kepala Desa Nagari Koto Alam :

 

– Lombiak (1850-1851)

– Ibrohim (1852-1896)

– Yunus Dt. Perpatih Nan Sabatang (1897-1940)

– Adnan Dt. Paduko Sinaro (1941-1946)

– M. Yusuf (1947-1948)

– Harun Dt. Paduko Indo (1948-1950)

– Hamid Dt. Paduko Tuan (1951-1954)

– M. Nur Dt. Majo Kayo (1955-1957)

– Martunus Dt. Paduko Rajo (1958-1978)

– M. Yunus (1978-1985)

– Abu Bakar Dt. Paduko Rajo (1986-…)

– Alinus (…)

– Afkar Dt. Padukak (1998-2000)

– Aidir Harun Dt. Paduko Rajo (2001-2016).

– H. Abdul Malik (2016 – sekarang)

 

Tugu Khatulistiwa

Koto Alam terletak di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dengan luas wilayah 42,75 km2. Merupakan salah satu daerah yang dilalui oleh garis khalulistiwa, dimana di Koto Alam terdapat sebuah Tugu Ekuator yang dibangun oleh Belanda/Jepang pada zaman penjajahan. Penjajah Jepang menamakan Koto Alam dengan Sakido Mura (kampung khatulistiwa).

 

Setiap tahunnya pada tanggal 21-23 Maret dan tanggal 21-23 September, khususnya pada tengah hari (-+pkl.12-13), di Koto Alam terjadi suatu fenomena alam, benda-benda di sekitar Tugu Khatulistiwa itu tidak akan memantulkan bayangan, karena terjadi peristiwa KULMINASI, yaitu matahari berada tepat di atas garis Khatulistiwa.

 

Bukit Gadih di Koto Alam (1330 mdpl) merupakan daerah tertinggi di Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

Lembah Koto Alam

Jarak Koto Alam dari Kota Payakumbuh adalah sekitar 27 km menuju arah Pekanbaru melewati Jalan Lintas Sumbar-Riau. Yaitu setelah Nagari Hulu Air. Tepatnya di sebuah lembah yang dikelilingi perbukitan disisi sebelah kiri jalan.

 

Sebelah utara berbatasan dengan Jorong Lubuk Jantan, Kenangarian Manggilang. Sebelah selatan berbatasan dengan Nagari Hulu Air, kecamatan Harau. Sebelah barat dengan Maek dan sebelah timur dengan provinsi Riau.

 

Di Koto Alam terdapat empat buah Jorong (dusun). Yaitu: Jorong Simpang Tigo, Jorong Polong Duo, Jorong Koto Tongah, dan Jorong Koto Ronah. Masing-masing jorong dikepalai oleh Wali Jorong.

 

Di Jorong Simpang Tigo terdapat kantor Wali Nagari, sebuah Puskesmas, sebuah Masjid Raya, sebuah musholla TPA, sebuah surau suluk, sebuah pasar tradisional yang diadakan setiap Jum’at, sebuah sekolah dasar SDN 01 Koto Alam, dan sebuah TK.

 

Di Jorong Polong Duo terdapat Tugu Khatulistiwa berbentuk bola bumi, dimana pengendara jalan sering singgah disini, sebuah musholla TPA, dan sebuah musholla musafir. (*)

Jumlah Pengunjung: 1,470
Tags: Kecamatan Pangkalan Koto BaruKoto AlamKoto Barulima puluh kotaNagari Koto AlamPangkalansudutlimapuluhkota
Previous Post

Antusias Warga Payakumbuh Menggalang Dana Di Beberapa Titik Kota Payakumbuh Dan Kabupaten Lima Puluh Kota

Next Post

Lubang Besar Di Ruas Jalan Penghubung Kecamatan Luak dengan Kecamatan Harau Sangat Mengkhawatirkan Pengguna Jalan

Next Post
Lubang Besar Di Ruas Jalan Penghubung Kecamatan Luak dengan Kecamatan Harau Sangat Mengkhawatirkan Pengguna Jalan

Lubang Besar Di Ruas Jalan Penghubung Kecamatan Luak dengan Kecamatan Harau Sangat Mengkhawatirkan Pengguna Jalan

Comments 1

  1. Chairul mustafa says:
    10 bulan ago

    Awak urang koto alam…kalau bisa disertakan juga foto mejan nya.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • IM3 Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Hadiah Utama Mobil Listrik Dibagikan ke Berbagai Daerah
  • Pemko Payakumbuh Buka Fakta Revitalisasi Pasar Blok Barat Pasca Kebakaran
  • Sakel Pool & Café Resmi Dibuka, Wakil Wali Kota Payakumbuh Tekankan Billiard Tanpa Judi
  • Indosat Catat Kenaikan Trafik Data Selama Libur Tahun Baru 2026
  • BNPB Tinjau Huntara di Gunuang Omeh, Pemkab Lima Puluh Kota Targetkan Selesai Sebelum Ramadhan

Recent Comments

  1. SILVIYA mengenai Galodo dan Tanah Longsor Landa Nagari Baruah Gunuang, Puluhan Rumah, Jalan Hingga Sawah Warga Terdampak
  2. sudutgurun tikotok mengenai Opini: Belajar Bertanggung Jawab: Mengubah Hidup dari Cara Pandang
  3. Azzahra mengenai WaWaKo Payakumbuh Lepas Enam Atlet Sepatu Roda ke Ajang Internasional VERKA CUP 2025
  4. Chairul mustafa mengenai Sejarah Singkat Nagari Koto Alam
  5. Pratama putri wenia mengenai Pelaku UMKM Payakumbuh Dibekali Keterampilan Digital Lewat Pelatihan DEA
  • Nagari Baruah Gunuang, Kec.Bukik Barisan, Kab 50 Kota, Sumatera Barat 26257
  • 0858-3515-5158
  • sudutlimapuluhkota@gmail.com

Ikuti Kami

  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota

Kunjungi Kami

Statistik Pengunjung

© 2024 Official Website Sudut Lima Puluh Kota – Supported by Malakatech.com.All rights reserved