Jakarta, http://sudutlimapuluhkota.com — Pagi hari yang tenang di sebuah gang kecil, suasana mushalla masih ditemani cahaya lampu yang belum dipadamkan. Biasanya, salah seorang warga kontrakan di samping mushalla akan membersihkan lantai sekaligus mematikan lampu. Dari kursi depan rumahnya, Ahmad Sofyan Hadi duduk sembari mendengar suara sirine ambulans yang meraung di jalan raya.
Dalam renungannya, Ahmad menyadari sebuah hal penting: hidup berubah ketika seseorang memilih bertanggung jawab atas dirinya sendiri. “Ini bukan sekadar kabar, tapi deklarasi. Sebuah komitmen untuk berhenti menyalahkan orang lain atau mencari kambing hitam,” ujarnya.
Menurutnya, banyak orang mudah menunjuk faktor eksternal saat menghadapi kesulitan. Mulai dari pekerjaan yang sulit, pelanggan yang berpindah ke toko lain, hingga kondisi ekonomi yang tidak menentu. Namun, jarang yang mau mengakui bahwa dirinya kurang beradaptasi terhadap perubahan.
“Ketika kita berkata, ‘saya mengalami kesulitan karena kurang belajar, kurang menyesuaikan diri dengan zaman, tapi sekarang saya memilih bertanggung jawab, belajar hal baru sampai ahli, agar tetap berdaya dan menghasilkan,’ maka muncul kekuatan baru dalam diri,” tulisnya.
Kesadaran ini ia sebut sebagai self talk—sebuah percakapan dengan diri sendiri yang sederhana namun berdampak besar. Dibimbing memang terasa lebih nyaman, namun kesadaran pribadi menjadi kunci perubahan.
Di akhir tulisannya, Ahmad menggambarkan suasana pagi yang masih sepi. Hanya suara ayam jantan milik tetangganya yang ditempatkan di halaman samping rumah, menambah ketenangan pagi. “Wallahu’alam,” pungkasnya. (TIM)


Semangat dan hamidhi