Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com – Mantan diplomat Republik Indonesia, Al Busyra Basnur, mengajak generasi muda untuk membangun jaringan internasional dan meningkatkan kompetensi menulis sebagai modal bersaing di era global. Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Publik yang digelar Yayasan Ibrahim Tan Malaka (Ibratama) bersama Komunitas PAk’Sa dan Basnur Academy di Gedung IPHI Tanjung Pati, pada Rabu (07/05/2025).
Diskusi publik ini turut dihadiri Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha, Ketua Yayasan Ibratama sekaligus Koordinator PAk’Sa Ferizal Ridwan, mantan Ketua DPRD Ismardi BA dan Deni Asra, mantan anggota DPRD Khairul Apit, serta sejumlah tokoh masyarakat. Acara dipandu tokoh muda Desmar Ayudi, dengan Oktafiandi sebagai ketua panitia.
Menurut Oktafiandi, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan 100 tahun karya Tan Malaka berjudul “Naar de Republiek”. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk kehadiran Al Busyra Basnur. “Pak Al Busyra Basnur memiliki pengalaman internasional yang luar biasa. Kami berharap ini menginspirasi generasi muda,” ujar Oktafiandi.
Baca Juga : Tan Malaka: Gagasan Pendidikan dan Emansipasi untuk Republik yang Belum Selesai
Ferizal Ridwan menambahkan, diskusi publik menjadi wadah silaturahmi sekaligus pengembangan diri. Ia menilai gagasan Tan Malaka tetap relevan di era modern. “Semangat Tan Malaka adalah kekayaan intelektual dan jaringan internasional. Hal ini perlu diadopsi generasi muda,” katanya.
Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai diskusi publik dapat meningkatkan wawasan dan kolaborasi lintas elemen di Kabupaten Lima Puluh Kota. “Ini momentum penting untuk saling merangkul dalam membangun daerah,” ujar Ahlul Badrito Resha.
Dalam materinya, Al Busyra Basnur menekankan empat kompetensi penting bagi generasi muda: kemampuan berbicara di depan publik, kepemimpinan, menulis, dan membangun jaringan. “Kompetensi berbicara sangat penting untuk membangun komunikasi global. Begitu juga kepemimpinan yang harus terus diasah,” jelasnya.
Al Busyra Basnur juga menantang generasi muda untuk menulis tentang potensi daerah. Menurutnya, kemampuan menulis adalah cermin pemikiran dan relevan di semua profesi. “Tidak ada profesi yang lepas dari perkembangan global. Saya tantang generasi muda menulis potensi Kabupaten Lima Puluh Kota,” tegas mantan diplomat yang pernah bertugas di Ethiopia dan Afrika Selatan ini.
Selain itu, ia mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi informasi, media sosial, dan platform digital sebagai sarana membangun jaringan internasional. “Kita harus adaptif dan belajar, baik dari pengalaman sendiri maupun orang lain,” pungkas Al Busyra Basnur. (ABD)

