Padang, http://sudutlimapuluhkota.com — Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Sumatera Barat, Muslim M. Yatim, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama pengurus dan anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Provinsi Sumatera Barat di Aula Pertemuan Hotel Rocky, pada Minggu (08/02/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam dunia pendidikan Islam, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Acara berlangsung khidmat dan diikuti peserta dengan antusias.
Dalam pemaparannya, Muslim M. Yatim menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, tidak sekadar menjadi materi seremonial, melainkan harus diinternalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga : Senator Muslim M. Yatim Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Pemuda di Padang
Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan politik dan ekonomi, tetapi juga melemahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai dasar negara.
Ia menyebut lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter kebangsaan. SDIT, yang memadukan pendidikan umum dan keislaman, dinilai memiliki ruang luas untuk menanamkan nilai kebangsaan secara komprehensif dan berkelanjutan.
“Pendidikan karakter harus mencakup dimensi spiritual, intelektual, dan kebangsaan agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang utuh,” ujarnya.
Muslim M. Yatim juga menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila selaras dengan prinsip ajaran Islam, seperti keadilan, musyawarah, persatuan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan. Karena itu, ia menilai tidak ada pertentangan antara komitmen keislaman dan kebangsaan.
Lebih lanjut, ia mengajak pengurus dan tenaga pendidik JSIT Sumbar untuk mengimplementasikan Empat Pilar dalam kurikulum, metode pembelajaran, serta budaya sekolah. Implementasi tersebut dapat dilakukan melalui penguatan literasi konstitusi, pembiasaan sikap toleransi, serta pembelajaran kontekstual yang mengaitkan nilai agama dengan realitas kebangsaan.
Kegiatan berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta membahas berbagai isu, mulai dari tantangan pendidikan di era digital, pengaruh media sosial terhadap pola pikir anak, hingga pentingnya membangun narasi kebangsaan yang moderat dan inklusif di lingkungan sekolah.
Perwakilan pengurus JSIT Sumbar menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan pemaparan materi yang dinilai komprehensif. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kolaborasi konkret antara lembaga pendidikan dan pemangku kebijakan dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, penguatan Empat Pilar diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi terimplementasi secara nyata dalam dunia pendidikan Islam di Provinsi Sumatera Barat. (TIM)

