• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
Sudut Lima Puluh Kota
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
Sudut Lima Puluh Kota
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Opini : Generasi Rabbani vs Generasi Alpha

Redaksi by Redaksi
27 Mei 2024
in Pendidikan
0 0
0
Opini : Generasi Rabbani vs Generasi Alpha

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"square_fit":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

0
SHARES
115
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siapakah Generasi Alpha itu?

 

Generasi Alpha atau Gen A ialah mereka yang lahir antara 2010 hingga 2020. Dengan kata lain, generasi Alpha merupakan generasi yang lahir setelah generasi Z. Jika Generasi Z lahir bersamaan dengan awal mula perkembangan teknologi dan internet, maka sebaliknya Generasi Alpha merupakan generasi yang tumbuh sepenuhnya dalam era digital yang telah berkembang sejak mereka lahir. Sehingga, tidak heran jika generasi Alpha sudah menguasai teknologi sejak dini karena mereka memang telah hidup berdampingan dengan teknologi sejak lahir, bahkan para bayi sudah memiliki akun media sosial baik dari kalangan selebriti maupun khalayak umum. Namun demikian, Generasi Z dan Generasi Alpha sama-sama memiliki peluang yang besar di bidang teknologi dan digital.

 

Mengutip dari penelitian Mc Crindler bahwa Generasi Alpha memiliki karakteristik antara lain: tidak lepas dari gadget, minim sosialisasi sehingga cenderung individualisme, serta kurang daya kreativitas. Dalam hal ini, pendidikan karakter pada Generasi Alpha tidak lepas dari peran orang tua khususnya dan keluarga yang terdiri dari Generasi Y dan Generasi Z. Perbedaan generasi antara orang tua (Generasi Y/Z) dan anak (Generasi A) terkadang menimbulkan permasalahan, setidaknya terlintas pertanyaan di dalam pikiran orang tua misalnya, “Anak zaman sekarang kok berbeda ya dari anak zaman dahulu?”. Pola pengasuhan orang tua zaman dulu pun tampaknya tidak relevan lagi untuk diterapkan pada pengasuhan anak zaman sekarang karena perbedaan generasi tersebut sehingga berbeda juga gaya bicara, gaya berpikir, kepribadian, serta tingkah laku.

 

Banyak juga dijumpai saat ini fenomena orang tua yang kaget dengan kemampuan anak dalam menggunakan gadget. Sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka, orang tua dituntut untuk berevolusi dan mengikuti perkembangan zaman. Karena bagaimana pun, peran orang tua adalah hal yang sangat krusial dalam tumbuh kembang anak.

 

Lantas, siapakah itu Generasi Rabbani?

 

Generasi Rabbani merupakan generasi yang menghiasi kehidupannya dengan Al-Qur’an dan Sunnah, mencintai dan senantiasa dalam kebaikan, serta berorientasi pada perilaku mulia dan terpuji. Generasi Rabbani sejatinya ialah generasi yang mempunyai sifat seperti apa yang Allah harapkan, amar ma’ruf nahi munkar yakni mengerjakan kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Pada akhirnya, generasi Rabbani adalah generasi yang dirindukan dan menjadi tumpuan bagi umat Islam untuk selalu tegaknya kalimatullah di muka bumi.

 

Fenomena sekarang ini kita lihat bahwa banyak lahir dan berkembang generasi yang lebih ‘mencintai gadget’ dibandingkan Al-Qur’an. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk scroll media sosial daripada membaca Al-Qur’an. Mendahului kesenangan dunia dan melalaikan akhirat. Benarlah adanya ungkapan bahwa perkembangan teknologi bak pedang bermata dua. Satu sisi, perkembangan teknologi membantu manusia khususnya generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbasis digital yang mana seluruh informasi dapat diperoleh dan disebarkan secara instan dan mudah. Namun, di sisi lain perkembangan teknologi dapat melalaikan kita dari makna hidup di dunia sebenarnya yaitu mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat. Lalu, kenapa tulisan ini memberikan penekanan pada generasi Alpha? Karena sebagaimana yang kita pahami di atas bahwa generasi Alpha merupakan generasi yang sangat dekat dengan arus perkembangan teknologi yang sangat pesat ini. Lengah sedikit, arus nan kencang tersebut dapat membawa generasi Alpha pada langkah yang salah.

 

Jika dilihat dari tahun kelahiran, maka generasi Alpha pada saat ini diperkirakan sedang berada pada fase anak-anak hingga remaja. Merujuk pada psikologi perkembangan, usia anak-anak dan remaja sangat membutuhkan bimbingan dari orang tua. Mengapa demikian? Karena pada fase itu, individu sedang ‘meraba-raba’ dan mencari jati dirinya.

 

Untuk itu, seyogianya orang tua dapat membimbing anak-anaknya sebagaimana yang telah dicontohkan oleh suri tauladan kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang tentunya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist. Sehingga, terciptalah generasi Rabbani yang meneruskan perjuangan tegaknya agama Allah di muka bumi. Selain itu, hendaknya pada diri generasi Alpha juga terdapat karakter generasi Rabbani yang dapat selektif dalam menyaring informasi dan berita di era yang semakin “acakadut” ini. (*)

 

Identitas Penulis :

 

Nama : Fatihah Raffles

Jurusan : Psikologi

Fakultas : Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama

Kampus : UIN Imam Bonjol Padang

Jumlah Pengunjung: 744
Tags: alquranDigitalGenerasi Zlima puluh kotaPadangpayakumbuhPsikologiPsikologissudutlimapuluhkotasumatera baratTeknologiTeknologi Digital
Previous Post

Akselerasi Reformasi Birokrasi, Bupati Safaruddin Serahkan Sebanyak 694 SK P3K dan Pejabat Fungsional

Next Post

Musrenbang RPJPD 2025-2045, Bupati Safaruddin : Mari Wujudkan Lima Puluh Kota Maju, Madani, Berbudaya, dan Berkelanjutan

Next Post
Musrenbang RPJPD 2025-2045, Bupati Safaruddin : Mari Wujudkan Lima Puluh Kota Maju, Madani, Berbudaya, dan Berkelanjutan

Musrenbang RPJPD 2025-2045, Bupati Safaruddin : Mari Wujudkan Lima Puluh Kota Maju, Madani, Berbudaya, dan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Indeks Reformasi Birokrasi Payakumbuh Naik Jadi 84,02, Raih Predikat A- dari KemenPAN-RB
  • Indosat Konsisten Kembangkan Ekosistem ESports Indonesia Melalui H3RO
  • Pemko Payakumbuh Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok Lebih Terjangkau
  • Harkitnas 2026, Bupati Lima Puluh Kota Ajak Masyarakat Hadapi Tantangan Era Digital
  • Harkitnas 2026, WaWaKo Payakumbuh Ajak Generasi Muda Hadapi Era Digital

Recent Comments

  1. Ayendra Asmuti mengenai Bupati Lima Puluh Kota Klarifikasi Video Viral Mirip Dirinya, Tegaskan Jadi Korban Pemerasan
  2. SILVIYA mengenai Galodo dan Tanah Longsor Landa Nagari Baruah Gunuang, Puluhan Rumah, Jalan Hingga Sawah Warga Terdampak
  3. sudutgurun tikotok mengenai Opini: Belajar Bertanggung Jawab: Mengubah Hidup dari Cara Pandang
  4. Azzahra mengenai WaWaKo Payakumbuh Lepas Enam Atlet Sepatu Roda ke Ajang Internasional VERKA CUP 2025
  5. Chairul mustafa mengenai Sejarah Singkat Nagari Koto Alam
  • Nagari Baruah Gunuang, Kec.Bukik Barisan, Kab 50 Kota, Sumatera Barat 26257
  • 0858-3515-5158
  • sudutlimapuluhkota@gmail.com

Ikuti Kami

  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota

Kunjungi Kami

Statistik Pengunjung

Seedbacklink
© 2024 Official Website Sudut Lima Puluh Kota – Supported by Malakatech.com.All rights reserved