Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (HC) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Dt. Bijo Dirajo Nan Kuniang meresmikan pemugaran Cagar Budaya Masjid Tuo Ampang Gadang di Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Jumat (19/06/2026).
Pemugaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Masjid Tuo Ampang Gadang yang diperkirakan berdiri sejak tahun 1822 memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan religius yang tinggi bagi masyarakat Minangkabau.
Kegiatan pemugaran dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Prof. (HC) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Dt. Bijo Dirajo Nan Kuniang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pemugaran tahap pertama Masjid Tuo Ampang Gadang. Ia mengatakan, pemugaran tersebut akan dilanjutkan, termasuk terhadap bagian menara masjid yang memiliki nilai sejarah dan keunikan arsitektur.
“Insya Allah tahun ini juga akan kita laksanakan pemugaran menaranya. Kalau melihat desainnya, menara ini merupakan perpaduan akulturasi budaya lokal dan Asia Tengah,” ujar Menbud Fadli Zon.
Ia menjelaskan, Kementerian Kebudayaan telah melakukan pemugaran terhadap sekitar 150 situs cagar budaya melalui pendanaan APBN serta dukungan kerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki banyak situs penting yang perlu mendapat perhatian, salah satunya kawasan Menhir Maek yang tengah didorong untuk ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.
“Di Kabupaten Lima Puluh Kota banyak situs penting, termasuk Menhir Maek. Kalau memungkinkan tahun ini juga akan kita tetapkan sebagai cagar budaya nasional,” katanya.
Menbud Fadli Zon berharap, pelestarian Masjid Tuo Ampang Gadang tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga menjadikan masjid tersebut sebagai pusat kegiatan keagamaan, kebudayaan, sosial, serta destinasi wisata sejarah dan religi yang berdampak pada perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota H. Safni Sikumbang mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian Masjid Tuo Ampang Gadang yang menjadi salah satu bukti sejarah perjalanan spiritual masyarakat Minangkabau.
Bupati Safni Sikumbang juga mengusulkan pembangunan Balai Adat Luak Nan Bungsu kepada Menteri Kebudayaan, pengembangan Monumen Bala Negara, serta dukungan penetapan kawasan Menhir Maek sebagai cagar budaya nasional.
“Kami yakin program ini sejalan dengan prioritas nasional di bidang kebudayaan dan menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujar Bupati Safni Sikumbang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha, anggota DPRD Sumatera Barat, kepala perangkat daerah, niniak mamak, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (ABD/Kominfo)
