Cuaca Sumatera

Diperbarui 01.24 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
25°
⛅ Berawan
Padang
26°
⛅ Berawan
Pekanbaru
27°
⛅ Berawan
Palembang
28°
⛅ Berawan
Banda Aceh
30°
⛅ Berawan
Batam
28°
⛅ Berawan
Bandar Lampung
27°
🌤 Berawan sebagian
Nasional

Indosat Dorong Ketahanan Siber Strategis di Tengah Lonjakan AI Fraud

Indosat Business Dorong Pendekatan Ketahanan Siber yang Lebih Strategis di Tengah Lonjakan AI Fraud dan Ancaman Siber Enterprise

Jakarta, http://sudutlimapuluhkota.com — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui Indosat Business mendorong perusahaan di Indonesia untuk menerapkan pendekatan ketahanan siber yang lebih strategis dan adaptif di tengah meningkatnya ancaman siber berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dorongan tersebut disampaikan seiring percepatan transformasi digital nasional yang diproyeksikan mendorong nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD 340 miliar pada 2030. Pertumbuhan itu ditopang oleh perkembangan teknologi seperti AI, cloud, Internet of Things (IoT), fintech, serta digitalisasi lintas sektor industri.

Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah mengatakan, percepatan transformasi digital juga diiringi meningkatnya risiko dan kompleksitas ancaman siber terhadap perusahaan.

“Cyber resilience bukan lagi sekadar isu teknologi, tetapi sudah menjadi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis,” kata Buldansyah dalam keterangan tertulis, pada Selasa (19/05/2026).

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan enterprise terhadap ancaman siber modern, Indosat Business meluncurkan whitepaper bertajuk A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience bersama pakar keamanan siber, Charles Lim.

Whitepaper tersebut mengangkat fenomena resilience gap, yakni kondisi ketika laju transformasi digital berkembang lebih cepat dibanding kesiapan organisasi dalam membangun sistem ketahanan siber.

Menurut Charles Lim, ancaman siber kini berkembang semakin cepat dan sulit dideteksi, terutama dengan munculnya AI-enabled fraud, deepfake, dan AI voice impersonation yang dimanfaatkan untuk penipuan berbasis identitas.

“Organisasi perlu beralih dari pendekatan yang reaktif menuju cyber resilience yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam whitepaper itu disebutkan, kasus AI-related fraud di sektor fintech Indonesia meningkat hingga 1.550 persen. Sementara itu, Cisco Cybersecurity Readiness Index 2025 mencatat hanya 11 persen organisasi di Indonesia yang dinilai siap menghadapi ancaman keamanan siber modern.

Selain itu, rata-rata kerugian akibat kebocoran data di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar. Implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) juga mendorong perusahaan memperkuat kemampuan monitoring dan respons keamanan siber secara real time, termasuk kewajiban pelaporan insiden dalam waktu 72 jam.

Whitepaper tersebut turut membahas strategi penguatan keamanan digital seperti Zero Trust Architecture dan Human Firewall, serta tantangan ketahanan siber di berbagai sektor strategis, mulai dari finansial, manufaktur, pemerintahan hingga pendidikan.

Melalui inisiatif tersebut, Indosat Business menegaskan komitmennya untuk mendukung perusahaan di Indonesia membangun fondasi digital yang lebih aman, adaptif, dan terpercaya di era ekonomi digital dan perkembangan AI. (TIM)

Berita Selanjutnya Pemkab Lima Puluh Kota Perluas Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Agama

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *