Cuaca Sumatera

Diperbarui 10.42 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
26°
⛈ Badai petir
Padang
27°
🌤 Berawan sebagian
Pekanbaru
28°
🌦 Gerimis ringan
Palembang
33°
🌤 Cerah berawan
Banda Aceh
31°
⛅ Berawan
Batam
29°
🌤 Cerah berawan
Bandar Lampung
28°
☀️ Cerah
Kabupaten Lima Puluh Kota

Dinas Perikanan Lima Puluh Kota Dorong Pokdakan Rawa Mas Andaleh Naik Kelas di Era Digital

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"square_fit":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com Dinas Perikanan Kabupaten Lima Puluh Kota terus mendorong peningkatan kapasitas Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) agar mampu mengembangkan usaha secara produktif, berkualitas, dan mengikuti perkembangan teknologi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui workshop bertajuk “Peningkatan Kompetensi Pembudidayaan Ikan Menuju Usaha Perikanan Unggul dan Digital” yang digelar bagi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Rawa Mas Andaleh, pada Selasa (08/09/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Kelompok Perikanan Rawa Mas Andaleh tersebut dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Lima Puluh Kota, Loly Oktaria, S.Pi., M.M., Statistisi Ahli Muda Maria Andesti, S.Pi., staf Balai Benih Ikan (BBI) Nurkholid, S.Pi., Penyuluh Perikanan Pokdakan Rawa Mas Andaleh Septia Irnawati, S.Pi., Aji Bayu Trisna, serta jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Workshop juga menghadirkan narasumber secara daring melalui Zoom, yakni Audi Nurtania, A.Md., S.I.Kom., yang merupakan Digital Marketing & Social Media Specialist.

Dalam arahannya, Loly Oktaria mendorong anggota Kelompok Rawa Mas Andaleh untuk tetap bersemangat menjalankan kegiatan pembenihan, meskipun saat ini masih menghadapi kendala ketersediaan air untuk kegiatan perikanan di Nagari Andaleh.

Menurutnya, budidaya perikanan memiliki sejarah penting bagi masyarakat Andaleh. Bahkan, pada masa lalu, hasil budidaya ikan gurami menjadi salah satu sumber pendapatan yang membantu masyarakat membiayai pendidikan anak-anak mereka.

“Anak-anak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dulu kita sekolahkan, dan kita kuliahkan dari hasil budidaya perikanan gurami. Andaleh dulu sangat terkenal akan hasil perikanannya, sehingga dijuluki dengan slogan Andaleh Panjua Anak. Anak apa? Ya, anak ikan tentunya,” ujar Loly.

Ia berharap bantuan sumur bor dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari PT. Sarana Multi Infrastruktur melalui Yayasan Filantropi Djiwa Bhoomi dapat menjadi penunjang bagi kelompok untuk kembali mengembangkan kegiatan pembenihan.

Loly juga mengingatkan pengurus dan anggota kelompok agar menjaga kekompakan serta menghindari perpecahan.

“Dengan adanya bantuan sumur bor serta pembangkit listrik tenaga surya dari PT. Sarana Multi Infrastruktur melalui Yayasan Filantropi Djiwa Bhoomi, kepengurusan Rawa Mas Andaleh semakin kompak. Jangan sampai terjadi perpecahan di antara kita. Mudah-mudahan ke depannya anggota bertambah dan kita semakin maju serta berkembang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Loly turut menyampaikan apresiasi kepada Aji Bayu Trisna yang dinilai berperan dalam menghubungkan kelompok dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur melalui Yayasan Filantropi Djiwa Bhoomi hingga terealisasinya pembangunan sekretariat kelompok.

Ia berharap keberadaan sekretariat, sumur bor, dan PLTS dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung aktivitas kelompok, termasuk kegiatan pembenihan ikan.

“Berkat upaya dan kerja keras Saudara Aji yang telah menjalin komunikasi dengan pihak yayasan, bangunan sekretariat ini dapat dibangun dan kita manfaatkan untuk kegiatan kelompok. Kita juga mendapatkan PLTS dan sumur bor. Semoga dengan adanya bantuan ini kelompok bisa kembali beternak ikan, melakukan pembenihan, serta menghasilkan bibit gurami yang unggul dan bibit ikan lainnya,” tuturnya.

Baca Juga : Semarakkan Hari Ikan Nasional Ke X, Dinas Perikanan Bersama Forikan Gelar Sejumlah Lomba

Dorong Penerapan CPIB

Sementara itu, Maria Andesti, S.Pi., Statistisi Ahli Muda/Subkoordinator Pengendalian Mutu Pembudidayaan Ikan Bidang Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Lima Puluh Kota, menyampaikan materi mengenai Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).

Maria menjelaskan, CPIB merupakan standar sistem mutu pembenihan yang diterapkan untuk menghasilkan benih ikan berkualitas. Penerapannya mencakup pengelolaan induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva dan benih dalam lingkungan terkontrol, penerapan teknologi sesuai standar, biosecurity, ketertelusuran (traceability), serta aspek keamanan pangan.

Ia menekankan bahwa kelompok yang bergerak di bidang pembenihan perlu memperhatikan legalitas dan kualitas induk ikan yang digunakan.

“Kelompok perikanan, terutama yang bergerak di bidang pembenihan atau hatchery, harus memiliki sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik dan menggunakan induk ikan yang bersertifikat untuk menjamin mutu benih,” jelas Maria.

Menurutnya, induk bersertifikat menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan benih yang berkualitas dan memiliki daya saing. Selain itu, kelompok juga perlu melengkapi berbagai persyaratan administrasi untuk memperoleh sertifikasi.

“Kalau kelompok mau membuat sertifikat induk, kami bisa bantu. Tentunya kelompok harus melengkapi beberapa persyaratan dokumen untuk penerbitan sertifikat tersebut,” imbuhnya.

Media Sosial Jadi Pasar Baru

Materi selanjutnya disampaikan Audi Nurtania melalui pertemuan daring. Ia membahas strategi pemasaran digital produk perikanan, khususnya pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

Audi menjelaskan, media sosial dapat menjadi sarana yang menghubungkan pembudidaya dengan calon pembeli dari berbagai daerah.

“Kenapa kita harus promosi lewat media sosial? Media sosial adalah jembatan yang menghubungkan kolam kita dengan pembeli dari daerah luar,” ujarnya.

Menurut Audi, pasar lokal seperti pengepul desa atau nagari memiliki keterbatasan. Sementara itu, peternak dari luar daerah yang membutuhkan benih gurami, termasuk Gurami Sago, belum tentu dapat datang langsung ke Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dengan pemasaran digital, informasi produk dapat disampaikan kepada calon pembeli tanpa harus bertemu secara langsung.

Audi kemudian membagikan empat langkah yang dapat diterapkan kelompok untuk mulai mengembangkan penjualan secara online, yakni mengenali calon pembeli, menjadikan telepon seluler sebagai etalase produk, menyebarkan promosi melalui internet, serta memantau respons audiens.

Ia juga mengingatkan pentingnya copywriting dalam membuat materi promosi.

“Jangan sekadar menulis. Ceritakan keunggulan produk, berikan rasa aman dan percaya kepada calon pembeli, lalu cantumkan nomor WhatsApp serta akun media sosial yang bisa dihubungi,” jelasnya.

Menurut Audi, promosi juga perlu dilakukan secara konsisten. Kelompok dapat mengunggah aktivitas operasional kolam, mulai dari proses pemeliharaan hingga pengemasan benih. Konten tersebut sekaligus menjadi rekam jejak digital yang dapat membangun kepercayaan calon pembeli.

Selain promosi organik, kelompok juga dapat memanfaatkan iklan berbayar untuk menjangkau target pasar yang lebih spesifik.

Audi menambahkan, setiap kegiatan promosi perlu dievaluasi dengan melihat tingkat interaksi dan respons calon pelanggan. Kelompok dapat mengetahui jenis foto, gaya bahasa, maupun format promosi yang paling banyak menghasilkan pesan atau chat.

“Kalau promosi sudah berjalan tetapi responsnya masih minim, kita harus menganalisis penyebabnya. Apakah pencahayaan foto kurang optimal atau informasi kontak tidak tercantum dengan jelas. Setelah mengetahui datanya, fokuskan waktu dan tenaga pada format promosi yang terbukti menghasilkan respons tertinggi,” katanya.

Penguatan Manajemen Induk Gurami

Materi berikutnya disampaikan Nurkholid, S.Pi., Fungsional Pengendali Hama dan Penyakit Ikan. Ia membahas manajemen induk gurami sebagai salah satu faktor penting dalam menghasilkan benih berkualitas.

Nurkholid menjelaskan bahwa manajemen induk yang baik menjadi dasar dalam menjaga kualitas produksi benih secara berkelanjutan. Induk yang sehat dan memenuhi kriteria akan mendukung keberhasilan pembenihan sekaligus meningkatkan peluang kelompok memperoleh hasil usaha yang lebih baik.

Sebelum melakukan pemijahan, pembudidaya perlu melakukan seleksi terhadap induk jantan dan betina berdasarkan umur, bobot, serta ciri fisiknya.

Untuk induk jantan, usia produktif berada pada kisaran 2 hingga 2,5 tahun dengan bobot sekitar 1,5–2 kilogram. Salah satu cirinya adalah adanya benjolan lemak atau jenong pada bagian kepala sebagai tanda ikan telah dewasa. Selain itu, tubuh cenderung ramping dan memanjang, gerakannya lincah, serta bagian perut relatif rata.

Pemeriksaan juga dapat dilakukan melalui stripping secara hati-hati. Induk jantan yang siap dipijahkan dapat mengeluarkan cairan putih ketika bagian perut diurut secara perlahan.

Sementara itu, induk betina yang siap memijah umumnya berusia sekitar 2,5–3 tahun. Ciri fisiknya antara lain perut tampak buncit dan terasa lunak ketika ditekan secara perlahan. Pangkal sirip dada dapat terlihat kemerahan, sedangkan bagian lubang kelamin berwarna merah, melebar, dan sedikit menonjol.

“Memiliki betina dengan perut buncit dan lunak sangat penting untuk memastikan induk siap bertelur dan menghasilkan benih yang baik,” tutup Nurkholid.

Melalui workshop tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Lima Puluh Kota berharap Kelompok Rawa Mas Andaleh tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan teknis pembenihan, tetapi juga memperkuat manajemen usaha dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk perikanan.

Dengan penguatan dari sisi kualitas benih, manajemen induk, sertifikasi, hingga pemasaran digital, potensi perikanan Andaleh diharapkan kembali berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (TIO)

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *