Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com – Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) melalui Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan (TPTP) melaksanakan Program Desa Binaan berbasis teknologi 10 D Farming di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Kegiatan ini berlangsung selama periode Mei hingga November 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini didanai melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) PPNP dan bertujuan mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan melalui penerapan inovasi teknologi pertanian.
Kegiatan ini diketuai oleh Ir. Yulensri dengan melibatkan sejumlah dosen dari tiga program studi di lingkungan PPNP.
Dari Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, tim terdiri atas Ir. Anidarfi, M.P., Ir. Muflihayati, M.P., Dr. Fri Maulina, S.P., M.P., Auzia Asman, S.P., M.P., Deliana Andam Sari, S.ST., M.P., Ayu Kurnia Illahi, S.P., M.P., Idris, M.M., Agung Primatara Marwan, S.P., M.P., dan Noprizal, S.P., M.P.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan dosen Program Studi Bahasa Inggris dan Komunikasi Bisnis, yakni Resa Yulita, S.S., M.Pd. dan Meryan Elza, S.Pd., M.Pd., serta dosen Program Studi S2 Ketahanan Pangan, Dr. Rinda Yanti, S.P., M.P.
Keterlibatan dosen dari tiga program studi ini menjadi bentuk kolaborasi lintas keilmuan dalam mengintegrasikan pengetahuan, keahlian, dan inovasi teknologi untuk mendukung pengembangan sektor pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama pemangku kepentingan di tingkat nagari, termasuk wali nagari, kelompok tani, dan tokoh masyarakat. Selanjutnya, kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi, praktik lapangan, serta pendampingan kepada kelompok tani.
Melalui kegiatan tersebut, petani diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan berbagai kendala yang dihadapi dalam budidaya padi. Interaksi langsung antara tim pendamping dan petani diharapkan dapat membantu menyesuaikan penerapan teknologi dengan kondisi pertanian di lapangan.

Penerapan teknologi 10 D Farming dilaksanakan di Nagari Balai Panjang dengan menjadikan Kelompok Tani Saiyo Sakato sebagai kelompok percontohan. Kelompok tani yang diketuai Nelia Irawati, A.Md. tersebut mendapat dukungan dari Wali Nagari Balai Panjang, Idris.
Dalam kegiatan demonstrasi, tim memperkenalkan proses pembuatan teknologi 10 D Farming yang selanjutnya diterapkan pada budidaya tanaman padi varietas Pandan Wangi. Hasil demonstrasi dimanfaatkan sebagai pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah.
Petani turut terlibat langsung dalam proses penanaman, pengamatan, hingga pemeliharaan tanaman. Kegiatan praktik tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengenal serta menerapkan teknologi pertanian berkelanjutan.
Pemantauan pertumbuhan tanaman juga menjadi bagian dari kegiatan pendampingan. Berdasarkan hasil pengamatan tim, penerapan teknologi 10 D Farming menunjukkan peningkatan pada tinggi tanaman, jumlah malai produktif, serta produksi padi varietas Pandan Wangi.
Selain memberikan pendampingan teknis kepada petani, program ini juga menjadi wadah kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam mengembangkan pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keterlibatan mahasiswa memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa juga dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, serta kepedulian terhadap pembangunan pertanian di pedesaan.
Melalui Program Desa Binaan ini, PPNP berharap terbangun kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat tani. Dengan demikian, transfer teknologi tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan, pemantauan, evaluasi, dan pengembangan inovasi secara bertahap.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Nagari Balai Panjang. (TIM)

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.