Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com — Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Payakumbuh menggelar Seminar Ketahanan Keluarga dan Lomba Penyelenggaraan Jenazah dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, pada Kamis (25/06/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), majelis taklim se-Kota Payakumbuh, Duta Genre, serta berbagai unsur masyarakat itu bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus meningkatkan ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan sosial di era digital.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh Rida Ananda membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada BKMT, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Baca Juga : Sambut 1 Muharram 1448 H, Pemko Payakumbuh Perkuat Nilai Keagamaan dan Kepedulian Sosial
Rida Ananda mengatakan, ketahanan keluarga menjadi salah satu aspek penting dalam membangun masyarakat yang berkualitas. Menurutnya, keluarga saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pengaruh negatif perkembangan teknologi digital, hingga persoalan sosial lainnya.
“Seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pencerahan kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Rida Ananda.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh terus berkomitmen memperkuat nilai-nilai keagamaan, pembinaan karakter, serta pembangunan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berakhlak dan berkualitas.
“Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Karena itu, penguatan peran keluarga sangat penting dalam membentuk generasi yang memiliki karakter, iman, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.
Menurut Rida Ananada, pembangunan Kota Payakumbuh juga diarahkan untuk mewujudkan masyarakat religius yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Penguatan pembinaan rohani dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber dari berbagai bidang, yakni Kompol H. Erman, S.H., M.N., Dt. Bandaro Kayo yang membahas aspek hukum dan keamanan, H. Hanan Putra, Lc., M.H. yang menyampaikan perspektif syariat Islam, serta Rany Fitriany, M.Psi. yang memberikan materi dari sisi psikologi keluarga.
Sementara itu, Ketua BKMT Kota Payakumbuh Elfriza Zaharman menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi BKMT dalam membantu pemerintah memperkuat ketahanan keluarga di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, pembangunan keluarga yang kuat membutuhkan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, maupun seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam membangun keluarga harmonis, religius, dan tangguh,” ujarnya.
Selain seminar, kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba penyelenggaraan jenazah. Lomba tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam sekaligus menjaga pengetahuan keagamaan agar tetap lestari di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua GOW Kota Payakumbuh Ny. Yeni Elzadaswarman, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Novriwandi, Ketua PHBI Wal Asri, Kepala Bagian Kesra Efrizal, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh.
Melalui kegiatan ini, BKMT bersama Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh berharap nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan semakin tumbuh sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Payakumbuh yang maju dan bermartabat. (ABD/MediaCenter)
