Padang, http://sudutlimapuluhkota.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Muslim M Yatim, menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Kamis (27/11/2025). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lubuk Begalung dan diikuti oleh pengurus serta anggota FKDT setempat.
Sosialisasi berlangsung dalam suasana tertib dan penuh semangat kebangsaan dengan mengangkat tema “Merajut Kebersamaan dalam Bhinneka Tunggal Ika”. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk dan terus dihadapkan pada tantangan kebersamaan dalam keberagaman.
Perwakilan FKDT Lubuk Begalung dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan di lingkungan pendidik dan pengelola lembaga diniyah takmiliyah. FKDT dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, moderat, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Senator Muslim M Yatim Ajak Pemuda Perkuat Persatuan
Dalam pemaparannya, Muslim M Yatim menegaskan bahwa Sosialisasi 4 Pilar MPR RI menjadi instrumen penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menjelaskan, empat pilar kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, perlu ditanamkan sejak dini, termasuk melalui pendidikan keagamaan di lembaga diniyah takmiliyah.
Selain itu, Muslim M Yatim juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap UUD 1945 sebagai landasan konstitusional yang mengatur hak dan kewajiban warga negara. Kesadaran konstitusional, lanjutnya, menjadi kunci terwujudnya kehidupan berbangsa yang tertib dan demokratis.
Terkait NKRI, ia menekankan bahwa menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial, menurutnya, harus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa, bukan sebaliknya.
Sementara itu, nilai Bhinneka Tunggal Ika ditegaskan sebagai perekat utama kehidupan berbangsa. Muslim M Yatim menyampaikan bahwa perbedaan merupakan kekayaan nasional yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan dialog.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan, terutama terkait peran lembaga pendidikan keagamaan dalam menjaga persatuan serta mencegah berkembangnya sikap intoleran di tengah masyarakat.
Pengurus FKDT Lubuk Begalung berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat pemahaman kebangsaan para pendidik diniyah takmiliyah dan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran maupun aktivitas sosial di lingkungan masing-masing. (TIM)

