Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lima Puluh Kota bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lima Puluh Kota mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 di Aula Dinas Kesehatan, Kompleks Kantor Bupati Lama, pada Rabu (29/04/2026).
Pencanangan program strategis tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, bersama Kepala BPS Kabupaten Lima Puluh Kota, Yudi Yos Elvin. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, camat, dan Wali Nagari.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menegaskan bahwa data yang valid menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan data yang akurat.
“Melalui sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda), BPS, dan pemerintahan nagari, program Desa Cantik diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur nagari dalam pengelolaan data secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada Mei hingga Agustus mendatang. Menurutnya, partisipasi masyarakat dan pelaku usaha sangat penting guna menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar perumusan kebijakan ekonomi.
Sementara itu, Yudi Yos Elvin menyampaikan bahwa program Desa Cantik merupakan bentuk pembinaan statistik di tingkat nagari secara berkesinambungan dan komprehensif, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 terdapat tiga nagari yang ditetapkan sebagai lokus program, yakni Nagari Sarilamak, Nagari Gurun, dan Nagari Batu Balang di Kecamatan Harau. Ketiga nagari tersebut akan mendapatkan pendampingan intensif dari BPS.
“Ketiga nagari ini diharapkan menjadi model pengelolaan statistik nagari yang dapat direplikasi oleh nagari lainnya,” katanya.
Pencanangan program ditandai dengan prosesi peluncuran dan penandatanganan piagam Desa Cantik bersama perwakilan nagari terpilih. Program ini diharapkan dapat diperluas ke nagari lain guna mendukung terwujudnya tata kelola data desa menuju Satu Data Indonesia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan statistik sektoral yang dipandu secara kolaboratif oleh BPS dan Dinas Komunikasi dan Informatika. (ABD/Kominfo)

