Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lima Puluh Kota mulai memperkuat sektor pertanian dari hulu melalui pengembangan pembibitan terpadu. Program ini dilaksanakan di Anugerah Farm, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, pada Senin (06/04/2026).
Pada tahap awal, dilakukan uji coba pembibitan sebanyak 20 ribu bibit alpukat yang akan didistribusikan ke nagari dan kelompok tani yang telah terdata di Dinas Pertanian. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan bibit unggul secara mandiri di daerah.
Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, mengatakan penguatan sektor pembibitan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ia menegaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) akan terus mendorong pengembangan pembibitan agar kebutuhan petani dapat dipenuhi dari dalam daerah.
“Ini langkah awal. Ke depan akan kita dorong lebih besar lagi, sehingga kebutuhan petani bisa dipenuhi secara mandiri,” ujar Bupati Safni Sikumbang.
Baca Juga : Bupati Lima Puluh Kota Tegaskan Penyuluh Harus Jadi Penggerak Kemandirian Petani
Selain itu, pada tahun 2026 Pemkab Lima Puluh Kota juga akan menerima dukungan dari Kementerian Pertanian berupa pengembangan perkebunan seluas 6.000 hektare. Lahan tersebut masing-masing akan dialokasikan untuk komoditas kakao, kopi, dan kelapa, dengan luas 2.000 hektare per komoditas.
Bupati Safni Sikumbang menambahkan, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit, tetapi juga oleh peran aktif penyuluh pertanian di lapangan. Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Lima Puluh Kota di Gedung IPHI Tanjung Pati.
Ia menekankan pentingnya inovasi dan perubahan pola kerja penyuluh dalam menghadapi tantangan pertanian yang semakin kompleks.
“Penyuluh tidak boleh hanya menjalankan program, tetapi harus mampu menciptakan perubahan nyata bagi petani. Mereka harus menjadi penghubung antara teknologi dan kebutuhan petani,” tegasnya.
Bupati Safni Sikumbang juga mengingatkan agar setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan produktivitas petani.
Melalui program pembibitan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lima Puluh Kota menargetkan dalam tiga tahun ke depan daerah tersebut dapat berkembang menjadi pusat komoditas pertanian berbasis nagari atau central of agro.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak yang terlibat di sektor pertanian. (ABD/Kominfo)

