Sijunjung, http://sudutlimapuluhkota.com – Setiap hari, ribuan kendaraan melintas di jalan raya yang membelah Pulau Sumatera. Truk, bus, hingga mobil pribadi bergerak cepat menuju tujuan masing-masing. Namun, ada satu nagari kecil di Kabupaten Sijunjung yang kerap terlewat pandang: Pematang Panjang. Sekadar papan nama di tepi jalan, lalu hilang tertelan debu.
Bagi Andrean Febrizal, S.Pd (31), hal itu menyisakan rasa sedih. Lahir dan besar di nagari ini, ia tahu betul kampungnya memiliki potensi. Namun, Pematang Panjang lebih sering dianggap sebagai “kampung lintasan”.
“Kalau cuma dilewati orang, siapa yang tahu kalau nagari kita bisa maju?” ujarnya. Dari situlah tekadnya tumbuh: kampungnya harus dikenal, dihargai, dan berkembang.
Baca Juga : KBA Ulakan Tapakis yang Harum hingga Nasional
Hadirnya Program KBA
Kesempatan datang ketika Astra menghadirkan program Kampung Berseri Astra (KBA). Andrean ditunjuk sebagai penggerak utama. Ia pun mengajak warga untuk berbenah, dimulai dari mengubah pola pikir agar tidak pasrah pada keadaan. “Nagari bisa maju kalau semua jalan bersama,” tegasnya.
Dengan pendampingan Astra, warga mulai bergerak melalui empat pilar perubahan:
- Pendidikan : Anak-anak kini memiliki lebih banyak ruang untuk belajar. Kegiatan literasi yang sebelumnya jarang terdengar, perlahan menjadi kebiasaan. Orang tua juga ikut mendorong agar anak-anak tidak ketinggalan pelajaran.
- Lingkungan : Warga semakin kompak menjaga kebersihan. Sampah yang dulu dibuang sembarangan kini dikelola bersama. Gerakan menanam pohon pun digalakkan agar kampung tetap hijau dan nyaman ditinggali.
- Kesehatan : Melalui Puskesmas Pembantu (Pustu), program Integrated Learning Program (ILP) dijalankan. Edukasi sederhana tentang pola hidup sehat diberikan, sehingga warga tidak hanya mengandalkan obat, tetapi juga belajar mencegah penyakit.
- Kewirausahaan : Produk khas nagari dan usaha kecil mulai dibina. Warga mendapat pelatihan, hingga produknya bisa dipasarkan lebih luas. Inilah salah satu cara agar kampung berdiri di atas kaki sendiri.
Hasil yang Mulai Terlihat
Setahun berjalan, perubahan mulai terasa. Warga tidak lagi sekadar menjalani rutinitas, melainkan tumbuh percaya diri dengan potensi yang dimiliki. Mereka bahkan berani menghitung dampak program melalui diskusi, wawancara, hingga pertemuan bersama berbagai pihak.
Angka mungkin penting, tetapi bagi Andrean yang paling berharga adalah perubahan sikap: masyarakat kini yakin bahwa Pematang Panjang bisa berdiri sejajar dengan nagari lain.
Kini, Pematang Panjang tak lagi ingin hanya dikenal sebagai kampung yang dilewati. Bersama Astra, mereka menapaki jalan menuju Desa Sejahtera Astra kampung yang berdaya, mandiri, dan memiliki tujuan jelas. (TIM)
#KabarBaikSatuIndonesia

