• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
Sudut Lima Puluh Kota
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
Sudut Lima Puluh Kota
No Result
View All Result
Home Olahraga

Parade Onthel Payakumbuh 2025 Hidupkan Kembali Suasana Tempo Dulu

Redaksi by Redaksi
9 November 2025
in Olahraga
0 0
0
Parade Onthel Payakumbuh 2025 Hidupkan Kembali Suasana Tempo Dulu
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com — Akhir pekan di Kota Payakumbuh terasa istimewa. Suara bel sepeda tua menggema di sepanjang jalan kota, membawa suasana tempo dulu yang hangat dan penuh nostalgia.

Ratusan penggemar sepeda onthel dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk mengikuti Parade Onthel Payakumbuh 2025, sebuah perayaan dua hari yang memadukan olahraga, sejarah, dan pariwisata budaya.

“Parade Onthel bukan sekadar kegiatan olahraga atau nostalgia,” ujar Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, pada Minggu (09/11/2025). “Ini adalah cara kita memperkenalkan Kota Payakumbuh sebagai kota yang kaya akan budaya, ramah wisata, dan kuliner yang lezat,” tambahnya.

Baca Juga : Gowes Silaturahmi Jadi Wadah Diplomasi Budaya di Kota Payakumbuh

Selama dua hari pelaksanaan, 8–9 November 2025, sekitar lima ratus onthelis ikut memeriahkan kegiatan ini. Mereka datang dari berbagai daerah, mulai dari Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Bandar Lampung, Kota Jambi, Kota Palembang, hingga Kota Sidoarjo. Tak sedikit yang membawa sepeda antik berusia puluhan tahun, bahkan ada yang diwariskan secara turun-temurun.

Dengan kostum jadul seperti jas safari, kebaya, hingga seragam pejuang, para peserta menampilkan suasana klasik yang membuat Kota Payakumbuh seolah kembali ke masa lalu.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, yang juga Ketua Pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa parade ini dirancang sebagai paket wisata budaya.

“Konsepnya menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda. Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat pemandangan, tetapi juga merasakan atmosfer masa lalu yang hidup kembali,” ujarnya.

Rute parade dimulai dari GOR M. Yamin Kubu Gadang yang disulap menjadi Pasa Lamo, lalu melintasi Kampung Adat Balai Kalikih, Masjid Gadang Balai Nan Duo, Tugu Onthel Raksasa (ikon yang hanya ada dua di dunia) hingga berakhir di Taman Batang Agam, Ruang Terbuka Hijau (RTH) kebanggaan masyarakat Kota Payakumbuh.

Tak hanya parade, malam sebelumnya peserta juga disuguhi penampilan seni tradisional dan kuliner lokal di kawasan Pasa Lamo. Tarian Minang, musik saluang, dan rabab tampil memukau dengan nuansa klasik yang kental. “Pesertanya kagum karena bisa menikmati makanan tradisional yang kini mulai langka. Ini juga jadi ajang promosi kuliner lokal,” kata Yunida.

Aroma masakan khas Kota Payakumbuh semerbak di udara, menarik perhatian warga yang turut meramaikan acara. Suasana pun berubah menjadi pesta rakyat yang menyatukan wisatawan dan masyarakat setempat.

“Parade Onthel ini bukan hanya milik komunitas sepeda tua, tetapi milik semua warga Kota Payakumbuh,” ujar Wakil Wali Kota Elzadaswarman, yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sumatera Barat. “Insya Allah tahun depan akan digelar kembali karena dampak ekonominya sangat terasa,” lanjutnya.

Bagi Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh, Parade Onthel menjadi contoh nyata pengembangan wisata budaya berkelanjutan. Kehadiran peserta dari luar daerah turut meningkatkan tingkat hunian penginapan, penjualan kuliner, hingga omzet pelaku UMKM.

“Dampak ekonominya langsung dirasakan oleh masyarakat. Dari pedagang makanan, pengrajin, hingga tukang foto keliling semuanya mendapatkan manfaat,” ujar Yunida.

Wali Kota Zulmaeta menegaskan bahwa kegiatan berbasis komunitas seperti Parade Onthel akan terus didorong sebagai bagian dari strategi membangun citra Kota Payakumbuh sebagai kota kreatif dan ramah wisatawan.

“Melalui event budaya seperti Parade Onthel, kami ingin wisatawan melihat bahwa Kota Payakumbuh bukan hanya kota yang indah, tetapi juga memiliki jiwa yang hidup,” ujarnya.

Parade ini sekaligus menegaskan posisi Kota Payakumbuh sebagai destinasi wisata alternatif di Provinsi Sumatera Barat. Setelah sukses dengan berbagai festival kreatif, kegiatan berbasis komunitas terbukti mampu menjadi magnet wisata tanpa promosi besar-besaran. “Orang datang karena rasa ingin tahu, tetapi pulang dengan membawa kesan tentang keramahan dan budaya Kota Payakumbuh,” tutur Wakil Wali Kota Elzadaswarman.

Menjelang siang, para onthelis mengayuh sepeda menuju garis akhir di Pasa Lamo GOR M. Yamin. Bagi Kota Payakumbuh, Parade Onthel bukan sekadar nostalgia. Ia adalah simbol bagaimana sebuah kota kecil membangun identitas pariwisata melalui kreativitas dan pelestarian budaya.

“Parade Onthel adalah bukti bahwa pariwisata tak harus glamor. Cukup dengan sepeda tua, senyum warga, dan suasana tempo dulu, sebuah kota bisa menjadi destinasi yang tak terlupakan,” pungkas Wali Kota Zulmaeta. (ABD/MediaCenter)

Jumlah Pengunjung: 342
Tags: AdatAgamBandar LampungBatang AgamBudayaBukittinggiDinas PariwisataEkonomiEkonomi KreatifEventsFestivalFotoFotograferFotografiIndonesiaJambiKebudayaanKesenianKomunitasKulinerLampunglima puluh kotaMakananMasyarakatMinangMinangkabauMusikObjek WisataOlah RagaOlahragaPadangPalembangPariwisatapayakumbuhPemudaPerdaganganPesta RakyatPromoPromosiRuang Terbuka HijauSejarahSeniSepedaSepeda OntelSepeda TuaSidoarjosudutlimapuluhkotasumatera baratTamanTari DaerahTradisionalUKMUMKMWali KotaWali Kota PayakumbuhWalikotaWisataWisatawan
Previous Post

WaWaKo Payakumbuh Ajak Lulusan STT Jadi Penggerak Perubahan di Era Digital

Next Post

Indosat dan Komdigi Dorong Kolaborasi Ekosistem Inovasi Digital Sumatera

Next Post
Indosat dan Komdigi Dorong Kolaborasi Ekosistem Inovasi Digital Sumatera

Indosat dan Komdigi Dorong Kolaborasi Ekosistem Inovasi Digital Sumatera

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Nagari Tanjuang Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang Raih Jaga Desa Award 2026 Tingkat Nasional
  • Perantau Gonjong Limo Didorong Aktif Bangun Kampung Halaman
  • Sekda Payakumbuh Ajak ASN Terapkan Hemat Energi dan Disiplin Kelola Sampah
  • Halal Bihalal Gonjong Limo Jadi Momentum Percepatan Pembangunan Luhak Limo Puluah
  • Disparpora Payakumbuh Perkuat Layanan Publik Lewat Zona Integritas

Recent Comments

  1. Ayendra Asmuti mengenai Bupati Lima Puluh Kota Klarifikasi Video Viral Mirip Dirinya, Tegaskan Jadi Korban Pemerasan
  2. SILVIYA mengenai Galodo dan Tanah Longsor Landa Nagari Baruah Gunuang, Puluhan Rumah, Jalan Hingga Sawah Warga Terdampak
  3. sudutgurun tikotok mengenai Opini: Belajar Bertanggung Jawab: Mengubah Hidup dari Cara Pandang
  4. Azzahra mengenai WaWaKo Payakumbuh Lepas Enam Atlet Sepatu Roda ke Ajang Internasional VERKA CUP 2025
  5. Chairul mustafa mengenai Sejarah Singkat Nagari Koto Alam
  • Nagari Baruah Gunuang, Kec.Bukik Barisan, Kab 50 Kota, Sumatera Barat 26257
  • 0858-3515-5158
  • sudutlimapuluhkota@gmail.com

Ikuti Kami

  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota

Kunjungi Kami

Statistik Pengunjung

© 2024 Official Website Sudut Lima Puluh Kota – Supported by Malakatech.com.All rights reserved