• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
Sudut Lima Puluh Kota
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
Sudut Lima Puluh Kota
No Result
View All Result
Home Tekno & Sains

Makin Seru, Sesi Kedua Sumbar Digital Conference 2023 Bicara Soal Pemilu dan Ancaman Hoax

Redaksi by Redaksi
6 Oktober 2023
in Tekno & Sains
0 0
0
Makin Seru, Sesi Kedua Sumbar Digital Conference 2023 Bicara Soal Pemilu dan Ancaman Hoax
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Padang, http://sudutlimapuluhkota.com – Sumbar Digital Conference (SDC) 2023, pada Jumat (06/10/2023) yang digelar oleh AMSI Sumbar semakin menarik pada sesi ke dua.

 

Dimana sesi kedua SDC mengambil tema Pemilu dan Ancaman Hoax dengan 4 orang pembicara yakni Ketua Bawaslu Provinsi Sumbar Aini, Direktur PuSako Unand Charles Simabura, Peneliti Perludem Fadli Ramadhanil dan Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Abdullah Khusairi.

 

Ketua Bawaslu Provinsi Sumbar Aini mengatakan penyebaran hoax seringkali terjadi memasuki Pemilu 2024. Berbagai macam hoax tersebar baik untuk menjatuhkan maupun memberikan citra positif di kalangan masyarakat.

 

“Biasanya kandidat akan diserang seperti pelanggaran aturan kampanye, Sara, karakter kandidat, bahkan gaya hidup mereka,” kata Aini.

 

Baca Juga : Bahas Soal Artificial Intelligence, Pemilu dan Ancaman Hoax, AMSI Sumbar Gelar SDC 2023

 

Namun tidak menampik kemungkinan jika ada kandidat yang membangun citra positif dengan menyebarkan hoax yang mengklaim dirinya baik berupa prestasi maupun dukungan politik.

 

Aini mengungkapkan untuk mengatasi ancaman hoax ini, Bawaslu Sumbar akan terus menyebarkan informasi melalui media sosial resmi, Web PPID, dan melakukan kegiatan konferensi pers.

 

“Langkah ini kita lakukan agar ancaman hoax tidak merajalela di masyarakat. Masyarakat harus menerima informasi yang sesuai dengan fakta yang ada,” ujar Aini.

 

Baca Juga : Arif Zulkifli Ingatkan AI Harus Menjadi Motivasi Bagi Para Jurnalis

 

Selain itu pihaknya akan terus memperkuat pengelolaan kehumasan di semua jajaran Bawaslu serta menginisiasi MOU dan PKS dengan stakeholder terkait.

 

“Kita juga akan manfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, Tiktok untuk meminimalisir hoax, black Champaign, dan pengawasan digital pada kampanye mendatang,” jelasnya.

 

Tindakan sosialisasi juga akan digerakkan juga ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya pada pemilih pemula. Serta membentuk kampung pengawasan partisipatif di kelurahan atau nagari.

 

Baca Juga : Sesi Pertama SDC 2023 Bahas Tantangan dan Peluang Artificial Intelligence

 

Sementara itu Direktur PuSako Charles Simabura mengungkapkan penyebaran hoax lebih mudah melalui media sosial yang sering diakses oleh masyarakat pada saat sekarang ini.

 

“Pada tahun 2023, dari 664 berita hoax yang beredar, sebanyak 223 berita hoax mengarah kepada politik. Hal ini membuktikan bahwa hoax ini masih merajalela di masyarakat,” ungkap Charles.

 

Implikasi hoax terhadap Pemilu menyebabkan distorasi kebenaran bahkan menyebabkan serangan kredibilitas penyelenggaraan pemilu, serta menyebabkan kerugian ekonomi dalam jumlah yang besar.

 

“Karena itu kita butuh pendidikan dan literasi digital yang baik bagi masyarakat agar persekusi tidak menjadi pilihan utama untuk menangani hoax,” jelasnya.

 

Berbagai upaya bisa dilakukan untuk meminimalisir hoax. Salah satunya dengan memberikan informasi pada masyarakat dari website resmi untuk mencegah penyebaran hoax.

 

“Kita juga harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui pendidikan Pemilu agar berita hoax ini tidak mudah tersebar begitu saja,” tuturnya.

 

Peneliti Perludem Fadli Ramadhanil menilai penyebaran hoax menjelang Pemilu justru akan mempengaruhi hak pilih warga negara, baik terhadap penyelenggaraan pemilu maupun peserta pemilu.

 

“Penyebaran hoax ini menjadi ancaman yang menyesarkan persepi pemilih dan menghancurkan kredibilitas peserta pemilu dan menjatuhkan integritas penyelenggaraan pemilu,” kata Fadli.

 

Menurut Fadli, cara efektif untuk meminimalisir berita hoax yakni dengan strategi menghasilkan konten kebenaran lebih banyak daripada konten hoax.

 

“Jika berita hoax beredar sepuluh, maka konten kebenaran kita edarkan tiga puluh. Itu menjadi sebuah tugas bagi media agar bisa menyikapi hoax yang beredar, apalagi mendekati pemilu,” ungkap Fadli.

 

Begitu juga dengan kecepatan klarifikasi berita yang benar menambah langkah dalam meminimalisir penyebaran berita hoax.

 

Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Abdullah Khusairi mengatakan ancaman hoax ini perlu disikapi dengan memproduksi berita yang memiliki kebenaran aktual.

 

“Jurnalis harus mencari sumber berita yang memiliki kredibilitas, bukan pada sumber yang tidak berdasar. Langkah ini bisa dilakukan untuk mengakali berita hoax yang beredar,” katanya.

 

Selain itu, media juga harus membuktikan bahwa medianya layak dan dapst dipercaya untuk dijadikan sunber informasi bagi masyarakat.

 

“Harapan kita seiring dengan kemajuan zaman, masyarakat akan lebih cerdas dalam memilah berita yang ada di media sosial, tidak termakan dengan hasutan hoax yang beredar serta mencari bukti pada sumber yang terpercaya agar angka hoax ini dapat mengecil,” tutupnya. (*)

Jumlah Pengunjung: 308
Tags: AMSIArtificial IntelligenceAsosiasi Media Siber IndonesiaBawasluBisnis DigitalDewan PersDigitalDigital MarketingFacebookHoaxinstagramKPUlima puluh kotamediaMedia SiberMedia SosialPadangpayakumbuhPemilihan UmumPemiluPemilu 2024PolitikSosial Mediasudutlimapuluhkotasumatera baratSumbar Digital ConferenceTeknologiTeknologi DigitalTeknologi InformasitiktokTurn Back HoaxWhatsApp
Previous Post

Sesi Pertama Sumbar Digital Conference 2023 Bahas Tantangan dan Peluang Artificial Intelligence

Next Post

“HMI Back to Society” terobosan baru pada Advance Training LK III Badko Jawa Barat Batch 3

Next Post
“HMI Back to Society” terobosan baru pada Advance Training LK III Badko Jawa Barat Batch 3

"HMI Back to Society" terobosan baru pada Advance Training LK III Badko Jawa Barat Batch 3

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • IM3 Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Hadiah Utama Mobil Listrik Dibagikan ke Berbagai Daerah
  • Pemko Payakumbuh Buka Fakta Revitalisasi Pasar Blok Barat Pasca Kebakaran
  • Sakel Pool & Café Resmi Dibuka, Wakil Wali Kota Payakumbuh Tekankan Billiard Tanpa Judi
  • Indosat Catat Kenaikan Trafik Data Selama Libur Tahun Baru 2026
  • BNPB Tinjau Huntara di Gunuang Omeh, Pemkab Lima Puluh Kota Targetkan Selesai Sebelum Ramadhan

Recent Comments

  1. SILVIYA mengenai Galodo dan Tanah Longsor Landa Nagari Baruah Gunuang, Puluhan Rumah, Jalan Hingga Sawah Warga Terdampak
  2. sudutgurun tikotok mengenai Opini: Belajar Bertanggung Jawab: Mengubah Hidup dari Cara Pandang
  3. Azzahra mengenai WaWaKo Payakumbuh Lepas Enam Atlet Sepatu Roda ke Ajang Internasional VERKA CUP 2025
  4. Chairul mustafa mengenai Sejarah Singkat Nagari Koto Alam
  5. Pratama putri wenia mengenai Pelaku UMKM Payakumbuh Dibekali Keterampilan Digital Lewat Pelatihan DEA
  • Nagari Baruah Gunuang, Kec.Bukik Barisan, Kab 50 Kota, Sumatera Barat 26257
  • 0858-3515-5158
  • sudutlimapuluhkota@gmail.com

Ikuti Kami

  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota

Kunjungi Kami

Statistik Pengunjung

© 2024 Official Website Sudut Lima Puluh Kota – Supported by Malakatech.com.All rights reserved