● Dengan solusi Energy Efficiency Nokia, bagian dari rangkaian teknologi Autonomous Networks, Indosat Ooredoo Hutchison dapat otomatis menghentikan penggunaan perangkat radio yang tidak bekerja saat kondisi trafik data rendah.
● Kesepakatan ini mempertegas komitmen Indosat Ooredoo Hutchison dalam mendukung keberlanjutan dan inovasi digital, serta mempercepat transformasinya menjadi perusahaan teknologi berbasis AI untuk mewujudkan ekosistem digital yang lebih cerdas, ramah lingkungan, dan inklusif di Indonesia.
Finlandia, http://sudutlimapuluhkota.com — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menjalin kerja sama strategis dengan Nokia untuk menerapkan solusi Energy Efficiency berbasis kecerdasan buatan (AI), guna menekan konsumsi energi dan emisi karbon di jaringan radio access network (RAN) miliknya di Indonesia.
Solusi teknologi ini merupakan bagian dari rangkaian Autonomous Networks milik Nokia yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan algoritma machine learning untuk memantau dan mengelola jaringan secara otomatis. Dengan begitu, perangkat radio yang tidak digunakan saat trafik data rendah dapat dinonaktifkan secara otomatis, meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Seiring meningkatnya konsumsi data, tanggung jawab kami dalam mengelola sumber daya secara bijak pun ikut berkembang. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen Indosat terhadap keberlanjutan dan inovasi,” ujar Desmond Cheung, Direktur dan Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison. “Pemanfaatan AI tak hanya meningkatkan kinerja jaringan, tetapi juga menekan emisi dan konsumsi energi secara menyeluruh.”
Solusi Energy Efficiency ini juga dilengkapi fitur intelligent thermal management yang memungkinkan penghematan energi lebih lanjut. Hadir dalam model Software-as-a-Service (SaaS), solusi ini memudahkan proses implementasi dan pengelolaan, serta menurunkan biaya investasi teknologi.
Inisiatif ini memperkuat transformasi Indosat menjadi perusahaan teknologi berbasis AI (AI TechCo), melalui integrasi otomatisasi dan sistem cerdas dalam pengelolaan jaringan. Implementasi awal difokuskan pada jaringan RAN di wilayah Sumatera, Kalimantan, serta Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di sisi lain, Nokia menyatakan kebanggaannya dapat bermitra dengan Indosat dalam mendorong efisiensi energi dan inovasi teknologi di sektor telekomunikasi Indonesia.
“Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan Indosat dalam mewujudkan komitmennya terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan,” ungkap Henrique Vale, Wakil Presiden Cloud and Network Services Nokia untuk kawasan Asia Pasifik. “Solusi ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi energi tanpa mengorbankan performa jaringan.”
Indosat sebelumnya telah diakui sebagai operator pertama di Asia Tenggara yang meraih sertifikasi ISO 50001 dalam manajemen energi, menandai konsistensinya dalam mengurangi dampak lingkungan melalui efisiensi teknologi. (TIM)

