Cuaca Sumatera

Diperbarui 13.49 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
26°
🌦 Gerimis
Padang
26°
⛅ Berawan
Pekanbaru
28°
🌤 Berawan sebagian
Palembang
29°
⛅ Berawan
Banda Aceh
26°
⛅ Berawan
Batam
27°
⛅ Berawan
Bandar Lampung
26°
☀️ Cerah
Kabupaten Lima Puluh Kota

Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Lima Puluh Kota Siagakan 300 Personel dan Beragam Peralatan Disiapkan

Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lima Puluh Kota memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengerahkan sekitar 300 personel dari berbagai unsur dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 di Gor Singa Harau, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, pada Selasa (15/09/2026).

Apel tersebut dipimpin Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha selaku pembina apel. Kegiatan digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menegaskan kesiapsiagaan bencana tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, apel menjadi momentum untuk memastikan seluruh unsur benar-benar siap, baik dari sisi personel, peralatan, komunikasi maupun koordinasi.

“Dalam menghadapi bencana, kecepatan dan ketepatan tindakan sangat diperlukan. Karena itu, kita harus mempersiapkan diri sebelum bencana terjadi, bukan menunggu setelah bencana datang,” ujar Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha.

Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki sejumlah potensi bencana, antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem serta berbagai bencana hidrometeorologi lainnya.

Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha mengatakan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja. Pemerintah Daerah (Pemda), TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, nagari, relawan hingga masyarakat perlu membangun koordinasi dan kerja sama dalam menghadapi kondisi darurat.

“Kita harus membangun budaya sadar dan tangguh bencana di seluruh wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota,” katanya.

Ia juga meminta para camat dan wali nagari meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bencana di lingkungan masing-masing. Masyarakat, kata dia, perlu memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi sehingga dapat mengurangi risiko dan mempercepat proses penanganan.

Baca Juga : Tanamkan Jiwa Kemanusiaan Sejak Sekolah, PMI Lima Puluh Kota Kunjungi Tiga SMA

Dalam laporan kegiatan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota Zaimar Hakim, S.H., selaku koordinator lapangan, menyampaikan bahwa apel tersebut digelar untuk memastikan kesiapan dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.

Berdasarkan laporan BPBD, kekuatan yang disiapkan mencapai sekitar 16 Satuan Setingkat Pleton (SST) dengan total sekitar 300 personel.

Rinciannya, sekitar tiga SST berasal dari unsur TNI, dua SST dari Polri, delapan SST dari OPD dan instansi terkait, serta tiga SST dari organisasi sosial dan relawan.

Selain personel, kesiapsiagaan juga didukung kendaraan dan peralatan dari berbagai instansi. Di antaranya satu unit motor trail SAR, tujuh mobil operasional TNI/Polri, 10 mobil pemadam kebakaran dari Damkar dan Kodim, satu mobil D-Max compartemen SAR, serta 23 ambulans dari Dinas Kesehatan dan PMI.

Dukungan lainnya berupa dua mobil dapur umum dan tangki air dari Dinas Sosial, satu mobil crane dan dozer dari PUPR, serta 10 mobil pikap dari PUPR, BPBD, DLH, Satpol PP dan Dishub.

Untuk mendukung operasi penyelamatan, sejumlah peralatan juga disiapkan, seperti mobil rescue, rescue truck, tiga unit ekskavator, peralatan ekstrikasi dan penanganan gedung runtuh, skylift, perahu karet, perahu bermesin, pelampung serta perahu rafting.

Sementara itu, BPBD, Damkar dan SAR menyiapkan delapan unit chainsaw. BPBD juga memiliki tiga unit light tower portable, empat tenda pengungsi, satu perangkat Starlink dan 22 unit handy talky (HT) untuk mendukung komunikasi di lapangan.

Usai apel, Forkopimda bersama kepala OPD dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana kesiapsiagaan bencana yang telah disiapkan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker oleh Forkopimda dan OPD Kabupaten Lima Puluh Kota kepada masyarakat di kawasan Pasar Sarilamak.

Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha berharap kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat sehingga seluruh unsur dapat bergerak secara cepat dan tepat ketika terjadi bencana serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (TIM)

Berita Selanjutnya PMI Lima Puluh Kota Bagikan Ribuan Masker untuk Antisipasi Dampak Kabut Asap

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *