• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
Sudut Lima Puluh Kota
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
Sudut Lima Puluh Kota
No Result
View All Result
Home Politik

Forum Demokrasi : Ajang Akademisi, Caleg, dan Masyarakat Bahas KBB

Redaksi by Redaksi
10 Februari 2024
in Politik
0 0
0
Forum Demokrasi : Ajang Akademisi, Caleg, dan Masyarakat Bahas KBB
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Padang, http://sudutlimapuluhkota.com – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, para Calon Legislatif (Caleg) berbincang-bincang dengan Pelita Padang, komunitas-komunitas, serta masyarakat umum mengenai persoalan kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Sumatera Barat. Diskusi dengan tajuk “Forum Demokrasi” itu berlangsung di HD Resto, Pasa Gadang, Kota Padang, pada Sabtu (09/02/2024).

 

Diskusi dimulai oleh moderator dari Pelita Padang, Anjali Sabna mengenai isu KBB yang sempat muncul di Sumatera Barat. Permasalahan yang sempat mencuat antara lain kesulitan membangun rumah ibadah, aturan wajib memakai atribut agama tertentu, serta indeks kota toleran oleh Setara Institute yang menempatkan Kota Padang di peringkat ke-3 paling rendah dari 94 kota yang terdata.

 

Menurut salah seorang caleg Riki Hendra Mulya atau akrab disapa Riki Warik, keberagaman budaya di Kota Padang yang sudah tercatat dalam sejarah semestinya mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan menjamin KBB.

 

“Perlu berhati-hati dengan politik identitas. Sementara sejarah membuktikan bahwa Padang terbangun dengan kolaborasi lintas etnis, agama, dan golongan. Narasi ini yang perlu dinaikkan untuk meng-counter isu politisasi identitas,” ungkap Warik.

 

Menurut dirinya pribadi, dalam pergaulannya sejauh ini ia sangat jarang menemukan diskriminasi karena perbedaan agama. Namun ia tidak menutup kemungkinan jika ada aspek yang perlu ditingkatkan dalam menjamin inklusivitas sosial. “Ruang inklusif seharusnya dibangun melalui dialog, bukan malah hanya dengan mengutuk kondisi yang ada,” ujar pria yang sudah malang melintang dalam aktivisme tersebut.

 

Hal senada juga disampaikan oleh caleg Maidestal Hari, “gesekan dan jurang antara lintas golongan semestinya tidak diperbesar. Membicarakan persoalan kebebasan beragama dan berkeyakinan memang perlu berhati-hati.” Ucap Hari.

 

Sementara itu caleg dari kalangan aktivis hak perempuan, Ka’bati menyampaikan semestinya pemerintah dan masyarakat tidak menutup mata dengan adanya keluhan atas diskriminasi terhadap umat agama minoritas. “Secara personal, hubungan kita lintas agama di Sumbar mungkin baik-baik saja, tapi secara kehidupan berdemokrasi masih perlu ditingkatkan,” lanjutnya.

 

Sebagai umat Muslim, ia berkaca pada spirit yang dibawa Nabi Muhammad dalam sejarahnya bersama para sahabat hijrah ke Madinah seperti tercatat dalam Sirah Nabawiyah. Ia menilai hijrahnya Nabi ke tempat baru membawa semangat inlusivisme sosial yang menjamin hak semua golongan lintas etnis maupun agama.

 

Penuturan para Caleg tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Ketua Yayasan Cinta Kasih Bersama Sumbar yang juga merupakan pendidik agama Kristen, Desmurniyati. “Secara individual di Kota Padang persoalan keberagaman agama ini memang baik-baik saja. Kalau kita merujuk kepada roh negara Indonesia dan Pancasila, semestinya tidak akan ada gesekan,” ungkapnya.

 

Dengan demikian ia menyampaikan beberapa masalah yang menyangkut hak lintas Agama di Sumatera Barat harus dicarikan solusinya. Sebagai contoh, terkait siswa non muslim yang terpaksa mengikuti pelajaran agama Islam, sulitnya mendapatkan guru agama minoritas untuk mengajar dan memberi nilai di sekolah, terhalangnya pekerja non muslim di lingkup institusi pemerintah untuk mendapatkan SK PNS, dan masih sulitnya perizinan membangun rumah ibadah.

 

Sebelumnya, pada hari dan tempat yang sama juga berlangsung diskusi bersama para akademisi dengan topik “bagaimana kondisi kebebasan beragama dan berkepercayaan di Sumatera Barat?”

 

Wakil Ketua Pelita Padang, Silmi Novita Nurman dalam hal ini bertindak sebagai host. Diskusi itu dipantik oleh dosen Unand Rozditeno Putri, dosen UMSB Hairunnas, serta dosen UIN IB yang juga merupakan salah satu pendiri Pelita Padang Dwi Wahyuni.

 

Ketua Pelita Padang Angelique Maria Cuaca di penghujung kegiatan menyampaikan terima kasih terhadap para masyarakat sipil yang terlibat dalam Forum Demokrasi, karena menurutnya melalui ruang-ruang dialog seperti inilah perdamaian terus terjaga serta isu diskriminasi semakin terkikis. (TIM)

Jumlah Pengunjung: 323
Tags: CalegCalon Legislatiflima puluh kotaPadangpayakumbuhPemilihan UmumPemiluPemilu 2024Politiksudutlimapuluhkotasumatera barat
Previous Post

Ratusan Kader PKS Payakumbuh Gelar Flash Mob di Tugu Adipura

Next Post

Ratusan PTPS se Kecamatan Payakumbuh Barat Ikuti Rekernis Pemungutan dan Penghitungan Suara

Next Post
Ratusan PTPS se Kecamatan Payakumbuh Barat Ikuti Rekernis Pemungutan dan Penghitungan Suara

Ratusan PTPS se Kecamatan Payakumbuh Barat Ikuti Rekernis Pemungutan dan Penghitungan Suara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • IM3 Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Hadiah Utama Mobil Listrik Dibagikan ke Berbagai Daerah
  • Pemko Payakumbuh Buka Fakta Revitalisasi Pasar Blok Barat Pasca Kebakaran
  • Sakel Pool & Café Resmi Dibuka, Wakil Wali Kota Payakumbuh Tekankan Billiard Tanpa Judi
  • Indosat Catat Kenaikan Trafik Data Selama Libur Tahun Baru 2026
  • BNPB Tinjau Huntara di Gunuang Omeh, Pemkab Lima Puluh Kota Targetkan Selesai Sebelum Ramadhan

Recent Comments

  1. SILVIYA mengenai Galodo dan Tanah Longsor Landa Nagari Baruah Gunuang, Puluhan Rumah, Jalan Hingga Sawah Warga Terdampak
  2. sudutgurun tikotok mengenai Opini: Belajar Bertanggung Jawab: Mengubah Hidup dari Cara Pandang
  3. Azzahra mengenai WaWaKo Payakumbuh Lepas Enam Atlet Sepatu Roda ke Ajang Internasional VERKA CUP 2025
  4. Chairul mustafa mengenai Sejarah Singkat Nagari Koto Alam
  5. Pratama putri wenia mengenai Pelaku UMKM Payakumbuh Dibekali Keterampilan Digital Lewat Pelatihan DEA
  • Nagari Baruah Gunuang, Kec.Bukik Barisan, Kab 50 Kota, Sumatera Barat 26257
  • 0858-3515-5158
  • sudutlimapuluhkota@gmail.com

Ikuti Kami

  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota

Kunjungi Kami

Statistik Pengunjung

© 2024 Official Website Sudut Lima Puluh Kota – Supported by Malakatech.com.All rights reserved