Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan terus mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar dengan menghadirkan inovasi pembelajaran Kelas BerNALAR (BerNumerasi Aplikatif dan BerLiterasi Aktual dan Relevan).
Program tersebut diperkenalkan dalam Workshop Implementasi Kelas BerNALAR yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Payakumbuh, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, pada Kamis (18/06/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh dalam memperkuat kemampuan literasi, numerasi, serta penalaran peserta didik tingkat sekolah dasar. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi “Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif.”
Workshop yang diikuti guru SD negeri dan swasta se-Kota Payakumbuh tersebut bertujuan menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual, mendalam, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era abad ke-21.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, penguatan kemampuan dasar peserta didik perlu dilakukan melalui berbagai inovasi pembelajaran.
“Literasi dan numerasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta menyelesaikan persoalan,” ujar Nalfira.
Ia menjelaskan, Kelas BerNALAR dirancang untuk membangun budaya belajar yang mendorong peserta didik lebih aktif dalam memahami informasi, menganalisis, serta menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam implementasinya, sekolah akan menerapkan kegiatan “15 Menit BerNALAR” pada awal pembelajaran. Kegiatan tersebut mencakup aktivitas membaca, memahami, berdiskusi, menganalisis, dan mengaitkan pembelajaran dengan kondisi nyata.
Menurut Nalfira, program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat pembelajaran bermakna, termasuk penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Ia menambahkan, keberhasilan program Kelas BerNALAR sangat bergantung pada peran guru sebagai penggerak utama perubahan di lingkungan sekolah. Melalui workshop tersebut, guru diperkuat dalam menyusun modul pembelajaran, asesmen, pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Syafni Hasni, menjelaskan workshop tersebut merupakan bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
“Kegiatan ini bertujuan menghasilkan modul pembelajaran yang dapat membantu guru sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pengembangan modul dilakukan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam dengan melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru. Dinas Pendidikan juga membentuk tim penulis modul berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Workshop tersebut diikuti 20 anggota tim penulis modul dan 87 guru SD dengan rangkaian kegiatan berupa penyampaian materi, diskusi kelompok, presentasi hasil pengembangan modul, praktik baik, hingga peer teaching.
Melalui program Kelas BerNALAR, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh berharap tercipta budaya belajar yang lebih kuat di sekolah dasar serta mampu meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran peserta didik secara berkelanjutan.
Program ini diharapkan menjadi salah satu inovasi pendidikan yang melahirkan generasi Kota Payakumbuh yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (ABD/MediaCenter)
