Manggarai Barat, http://sudutlimapuluhkota.com – Desa Batu Cermin di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata berkat keberadaan Goa Batu Cermin. Desa yang terletak tak jauh dari Labuan Bajo itu perlahan menjelma menjadi pusat penggerak ekonomi baru, melalui hasil bumi seperti kopi, vanili, kakao, mete, hingga aneka sayur dan buah.
Perubahan tersebut tidak terjadi begitu saja. Sejak 2021, melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) yang dijalankan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), masyarakat mendapat pembinaan untuk mengembangkan potensi lokal. Program ini menekankan perubahan pola pikir, agar petani tidak sekadar menjadi produsen, melainkan mampu mandiri sebagai pelaku usaha.
Salah satu hasilnya adalah lahirnya Kopi Florasta Blend, perpaduan arabika Bajawa dan robusta Manggarai yang berkarakter lembut dan ringan. Kopi ini bahkan pernah disuguhkan untuk delegasi internasional pada pertemuan G20 DEWG di Labuan Bajo pada Juli 2022. Melalui UMKM Florasta Barista Kopi Tuk, kopi khas Flores ini diproses dengan cara tradisional disangrai manual, ditumbuk di lesung, dan diseduh sederhana sehingga memberi kesan otentik bagi penikmat mancanegara.
Baca Juga : Pematang Panjang Menyulam Harapan Bersama Astra
Selain kopi, vanili Manggarai Barat juga mulai menembus pasar ekspor, termasuk ke Jepang dan Korea. Harga vanili kering saat ini mampu mencapai Rp400 ribu hingga Rp1,3 juta per kilogram, jauh meningkat dari harga Rp100 ribu/kg ketika dijual basah. Prosesnya membutuhkan ketekunan ekstra, mulai dari penyerbukan manual hingga menunggu delapan bulan sampai satu tahun untuk panen.
Produk mete pun turut mengangkat perekonomian desa. Di Desa Repi, kacang mete yang sebelumnya hanya dijual gelondongan Rp10 ribu/kg, kini diolah menjadi produk kemasan bermerek “Kameku” dengan harga mencapai Rp400 ribu/kg. Produk tersebut bahkan telah dipasarkan di pusat oleh-oleh Labuan Bajo.
Kini, Batu Cermin bukan hanya cerminan destinasi wisata alam, melainkan juga simbol desa yang berhasil mengangkat potensi lokal hingga ke tingkat internasional. Harum kopi, manis vanili, gurih mete, dan cita rasa kakao menjadi bukti bahwa desa mampu membangun jati dirinya dengan kerja keras, pembinaan, dan kolaborasi. (TIM)
#KabarBaikSatuIndonesia

