Jakarta, http://sudutlimapuluhkota.com — Survei terbaru yang dilakukan GoodStats pada 20–28 September 2025 menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia mengenal Pancasila sebagai dasar negara. Namun, pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dinilai masih dangkal dan cenderung sebatas hafalan.
Hasil survei mengungkap sebagian besar responden mampu menyebutkan lima sila Pancasila dengan benar. Meski demikian, ketika ditanya mengenai penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, jawaban yang muncul menunjukkan lemahnya internalisasi. Kondisi ini membuat Pancasila kerap diposisikan hanya sebagai simbol seremonial, bukan pedoman moral bangsa.
Survei juga menyoroti kelompok usia muda yang lebih mengenal Pancasila melalui jalur formal, seperti pelajaran sekolah dan upacara bendera. Namun, penghayatan terhadap makna persatuan, kemanusiaan, maupun keadilan sosial dinilai belum tercermin optimal dalam perilaku mereka.
Para peneliti menegaskan pentingnya penguatan kembali internalisasi nilai Pancasila. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, kampanye publik, hingga teladan nyata dari para pemimpin.
“Pancasila tidak boleh berhenti sebagai teks yang dihafal, melainkan harus menjadi inspirasi nyata dalam bersikap dan bertindak, baik di keluarga, sekolah, maupun kehidupan bermasyarakat,” demikian salah satu kesimpulan survei.
Survei ini juga merekomendasikan agar pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga media massa lebih aktif menyebarkan nilai Pancasila dalam bentuk nyata. Harapannya, Pancasila kembali menjadi landasan moral hidup masyarakat, bukan sekadar dokumen konstitusional yang diperingati setiap 1 Juni. (TIM)

