Cuaca Sumatera

Diperbarui 17.48 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
26°
⛅ Berawan
Padang
25°
⛅ Berawan
Pekanbaru
26°
⛅ Berawan
Palembang
25°
🌤 Cerah berawan
Banda Aceh
27°
⛅ Berawan
Batam
26°
☀️ Cerah
Bandar Lampung
25°
☀️ Cerah
Kota Payakumbuh

Pemko Payakumbuh dan Kementan Dorong Urban Farming Lewat Program Petani Berdasi

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"square_fit":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mulai mengeksekusi program “Petani Berdasi” atau Petani Bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Mengendalikan Inflasi sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Program yang sebelumnya telah diluncurkan Pemko Payakumbuh tersebut mulai diwujudkan melalui aksi penanaman serentak komoditas cabai dan bawang merah di halaman Balai Kota Payakumbuh, pada Jumat (18/09/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda, mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta. Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementerian Pertanian RI, Dr. Tedy Dirhamsyah.

Baca Juga : Kendalikan Inflasi, Pemko Payakumbuh Libatkan Ribuan ASN Jadi Produsen Pangan

Dalam kesempatan tersebut, Rida Ananda mengatakan pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor, tidak hanya pemerintah pusat maupun Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Menurutnya, melalui program Petani Berdasi, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Payakumbuh diharapkan dapat menjadi contoh dalam mendukung ketahanan pangan dari lingkungan masing-masing.

“Petani Berdasi adalah gerakan kolaborasi. Kita ingin ASN Payakumbuh menjadi role model, tidak hanya dalam pelayanan publik, tetapi juga dalam kepedulian terhadap ketahanan pangan,” ujar Rida Ananda.

Sebagai tahap awal, ASN yang berkantor di Balai Kota Payakumbuh diberikan sarana tanam berupa polybag, media tanam, serta bibit cabai dan bawang merah. Tanaman tersebut selanjutnya akan dipelihara di lingkungan kantor masing-masing.

Rida Ananda menyebut, gerakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan lahan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Satu polybag adalah simbol. Ketika masyarakat melihat ASN mau menanam, diharapkan muncul kesadaran bahwa menanam juga bisa dilakukan di rumah. Kita tidak semata mengejar volume panen, tetapi membangun mentalitas kemandirian pangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puslatan Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah, mengapresiasi langkah Pemko Payakumbuh dalam mengembangkan program Petani Berdasi.

Dalam kegiatan tersebut, Tedy memberikan penguatan teknis mengenai urban farming sebagai upaya pemenuhan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi dan metode sederhana seperti hidroponik, vertikultur, serta penggunaan polybag dapat menjadi alternatif untuk mengoptimalkan lahan terbatas, baik di lingkungan perkantoran maupun rumah.

“Pengeluaran rumah tangga untuk pemenuhan pangan cukup besar. Melalui urban farming, ASN dan masyarakat dapat menekan pengeluaran sekaligus meningkatkan konsumsi pangan sehat dari hasil budidaya sendiri,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Sekda Rida Ananda meminta seluruh kepala perangkat daerah memantau perkembangan tanaman secara berkala.

Pemko Payakumbuh berharap gerakan Petani Berdasi dapat berkembang hingga ke lingkungan masyarakat sehingga pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan semakin luas dan turut mendukung ketahanan pangan serta pengendalian inflasi daerah. (ABD/MediaCenter)

Berita Selanjutnya Pemko Payakumbuh Jadikan Evaluasi Kinerja Dasar Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *