Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh bergerak cepat menindaklanjuti dampak bencana hidrometeorologi dengan menyalurkan bantuan benih jagung unggul guna mempercepat pemulihan sektor pertanian.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Kepala Dinas Pertanian, Nila Misna, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) kepada petani yang terdampak bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemko Payakumbuh bagi petani yang terdampak bencana kemarin. Kita harapkan benih ini segera dimanfaatkan agar proses produksi pertanian bisa kembali berjalan,” ujar Nila Misna saat penyerahan bantuan di Kantor Dinas Pertanian, pada Kamis (23/04/2026).
Pemko Payakumbuh menyalurkan benih jagung varietas Pioneer 32 kepada Kelompok Tani Serasih dan Kelompok Tani Lubuk Bersama untuk lahan seluas lima hektare di wilayah Kecamatan Payakumbuh Timur yang sebelumnya mengalami puso akibat cuaca ekstrem.
Menurutnya, Wali Kota Zulmaeta menginstruksikan agar proses tanam kembali segera dilakukan sehingga petani dapat kembali berproduksi tanpa menunggu waktu lama pasca bencana.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh juga segera melaporkan dampak bencana kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat disertai hasil pengamatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
“Seluruh areal terdampak dilaporkan mengalami gagal panen atau puso. Data ini menjadi dasar kuat bagi kami dalam mengusulkan bantuan penggantian benih ke provinsi,” katanya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat kemudian merespons dengan menyediakan 75 kilogram benih jagung varietas unggul siap tanam bagi kelompok tani terdampak.
Selain bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat, Pemko Payakumbuh juga menyalurkan tambahan bantuan berupa benih jagung dan pupuk kompos kepada kelompok tani aktif yang direkomendasikan penyuluh pertanian.
“Kita tidak hanya fokus pada penanganan dampak, tetapi juga memberi penguatan kepada kelompok tani yang aktif dan konsisten mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh bantuan harus dimanfaatkan sesuai peruntukan dan tidak diperjualbelikan.
“Benih ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani penerima. Jangan sampai disalahgunakan, apalagi dijual ke pihak lain. Kami berharap bantuan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat petani kita,” tegasnya.
Para petani menyambut bantuan tersebut dengan antusias dan mengaku terbantu untuk kembali mengolah lahan setelah mengalami gagal panen.
Pemko Payakumbuh juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan atas dukungan terhadap pemulihan sektor pertanian.
“Sinergi ini akan terus kami jaga. Sesuai arahan Bapak Wali Kota Zulmaeta, pemerintah harus selalu hadir, baik saat darurat maupun dalam proses pemulihan,” pungkasnya. (ABD/MediaCenter)
