Bengkulu, http://sudutlimapuluhkota.com — Di pesisir Kota Bengkulu, tak jauh dari deru ombak Pantai Panjang, berdiri sebuah kampung yang dulu dikenal gersang dan kumuh. Jalan becek, tumpukan sampah, dan saluran air tersumbat sempat menjadi pemandangan sehari-hari di RW 03, Kelurahan Lempuing. Namun kini, kawasan yang dulunya dihindari itu menjelma menjadi Kampung Berseri Astra (KBA) Lempuing menjadi lingkungan yang bersih, hijau, dan penuh semangat gotong royong.
Perubahan besar itu berawal sejak Lempuing resmi menjadi bagian dari program Kampung Berseri Astra pada tahun 2017. Di bawah kepemimpinan Sahroni, Ketua KBA Lempuing, warga mulai bergerak menata kembali lingkungan mereka. Ia bersama tokoh masyarakat mengajak warga menanam pohon, mempercantik dinding dengan mural berwarna cerah, dan memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun produktif. Kini, tanaman seperti terong, kangkung, pisang, dan mangga tumbuh subur di pekarangan warga, menggantikan debu dan ilalang yang dulu mendominasi.
Tak hanya soal keindahan, Lempuing juga bertransformasi dalam hal sanitasi dan kesehatan lingkungan. Hampir seluruh rumah kini memiliki septic tank, sementara tempat sampah tersedia di tiap sudut jalan. Kesadaran menjaga kebersihan tumbuh menjadi budaya baru. Bersama puskesmas setempat, warga menghidupkan kembali kegiatan posyandu dan pemeriksaan kesehatan rutin. “Kalau lingkungan bersih dan badan sehat, kerja pun semangat,” ujar Sahroni.
Baca Juga : KBA Penyengat Rendah: Semangat Warga Jambi yang Menyala Bersama Astra
Perhatian terhadap pendidikan anak-anak juga menjadi bagian penting dari perubahan di Lempuing. Melalui dukungan Astra, puluhan pelajar dari tingkat SD hingga perguruan tinggi menerima beasiswa. Sore hari, anak-anak terlihat belajar bersama di beranda rumah, menumbuhkan budaya literasi di tengah kampung pesisir.
Dari segi ekonomi, warga kini mulai mandiri melalui pelatihan dan pendampingan usaha kecil. Beragam produk seperti emping melinjo, olahan ikan, hingga makanan ringan khas Bengkulu dihasilkan oleh kelompok usaha warga. Melalui koperasi, mereka bisa mengakses modal tanpa bunga, memperkuat ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Kini, siapa pun yang melangkah melewati gerbang KBA Lempuing akan merasakan suasana yang berbeda seperti udara segar, jalan rapi, dan semangat warga yang hangat menyapa. Kampung yang dulu gersang itu kini menjadi contoh nyata perubahan berbasis partisipasi masyarakat.
“Kalau kita mau berubah, harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Dari situ, kebersamaan tumbuh,” tutur Sahroni menutup kisahnya.
Perubahan tak selalu datang dari mereka yang besar. Kadang, ia tumbuh dari kampung kecil yang percaya pada harapan. Bersama Astra, Lempuing membuktikan bahwa kepedulian mampu menyalakan cahaya di tepi pantai Bengkulu. (TIM)
#KabarBaikSatuIndonesia

