Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com — Selama 12 hari, 35 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di bawah naungan Wilayah II FORMASSOSMAS BEM se-Indonesia, dengan Universitas Andalas sebagai tuan rumah, melaksanakan Ekspedisi Wilayah II di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, 14–26 Juli 2025. Kegiatan ini menyasar bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, hingga seni budaya, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah 3T.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh perangkat nagari, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Pembukaan resmi berlangsung di Masjid At-Taqwa, dihadiri berbagai unsur pemerintahan nagari, Ninik Mamak, dan pemuda.
Di bidang pendidikan, mahasiswa menjalankan program Ekspedisi Andalas Mengajar untuk membangkitkan minat belajar anak melalui metode kreatif, serta Ekspedisi Andalas Mengaji untuk memperdalam ilmu agama. Pada sektor ekonomi kreatif, peserta memperkenalkan konsep ekowisata Goa Langkuik Kolam dan keterampilan ecoprinting.
Lingkungan dan pertanian mendapat perhatian melalui pemasangan plang penunjuk jalan, pelepasan bibit ikan, program pertanian daun gambir, gotong royong, dan pembuatan peta wilayah. Layanan kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan gratis dan edukasi PHBS di sekolah.
Kegiatan juga diramaikan pentas seni, pembuatan film dokumenter, kelas seni, santunan sosial, dan Gelanggang Kuliner yang mengangkat tradisi makan bersama talaman. Acara puncak penutupan diwarnai pertunjukan seni lokal, termasuk tari daerah, musik Ondang Baoguang, Basilek, dan tradisi Numbuak Ompek.
Ketua Pemuda Nagari Galugua mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat dilaksanakan rutin untuk memotivasi generasi muda. Ketua pelaksana Rayhan Masykuri menyampaikan bahwa ekspedisi ini diharapkan menjadi awal bagi tumbuhnya semangat gotong royong dan penguatan kearifan lokal.
Ekspedisi Wilayah II meninggalkan jejak emosional di hati masyarakat Galugua, mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga, serta menumbuhkan keyakinan bahwa perubahan dapat terwujud jika semua elemen bersatu. (TIM)

