Lombok Tengah, http://sudutlimapuluhkota.com — Ajang MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika kembali menyita perhatian dunia. Namun di balik hiruk pikuk balapan internasional tersebut, terselip kisah membanggakan dari brand lokal Indonesia. Kahf, merek perawatan pria terkemuka Tanah Air, tampil mendampingi juara dunia MotoGP Marc Márquez dalam menghadapi tantangan cuaca tropis dan jadwal padat sepanjang gelaran Mandalika.
Mandalika dikenal memiliki indeks UV tinggi pada bulan Oktober, rata-rata di angka 7 dan dapat melonjak hingga 12 pada siang hari. Kondisi tersebut menjadi ujian tersendiri bagi para pembalap dan kru untuk menjaga stamina serta kesehatan kulit. Di sinilah Kahf hadir melalui dua produk andalannya: Kahf Amino Gel Face Wash dan Kahf Sunscreen.
Kahf Amino Gel Face Wash menjadi pelopor pembersih wajah gentle dengan teknologi Amino Gel dan pH seimbang 5,5 yang teruji dermatologis, efektif menjaga skin barrier tanpa menimbulkan iritasi, bahkan untuk kulit sensitif.
Baca Juga : Dorong UMKM Go Digital, Paragon Hadirkan Studio Digital di Kendal
Sementara itu, Kahf Sunscreen menawarkan perlindungan broad-spectrum UVA & UVB, perlindungan dari polusi dan blue light, serta aman untuk kulit acne-prone. Kombinasi ini mendukung Marc Márquez dan para pria Indonesia untuk tetap segar, percaya diri, dan siap menghadapi kondisi ekstrem baik di lintasan maupun aktivitas sehari-hari.
“Kolaborasi dengan Marc Márquez adalah langkah penting bagi Kahf. Ini bukan sekadar dukungan terhadap olahraga kelas dunia, tetapi juga cara kami membawa cerita Indonesia ke panggung internasional. Kami ingin menunjukkan bahwa brand lokal bisa tumbuh besar tanpa kehilangan jati diri,” ujar Billy Dharmawan G, Brand Manager Kahf.
Marc Márquez dikenal dengan semangat pantang menyerah dan dedikasi tinggi dalam setiap balapan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan filosofi Kahf yang mendukung setiap pria untuk tampil segar, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Kolaborasi ini menjadi simbol kebanggaan Indonesia di ajang dunia, membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu tampil dengan standar global tanpa meninggalkan akar lokalnya. (TIM)

