Sikka, http://sudutlimapuluhkota.com – Di lereng-lereng hijau Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, terdapat sebuah desa bernama Bloro. Tahun 2025, desa ini resmi ditetapkan sebagai bagian dari Desa Sejahtera Astra (DSA). Bagi warga Bloro, program ini bukan sekadar pendampingan, melainkan awal dari perjalanan panjang mewujudkan mimpi: menghasilkan kakao fermentasi organik premium, mengangkat nama desa, sekaligus meneguhkan kesejahteraan petani.
Tahun Pertama: Menata Kebun, Menata Harapan
Pendampingan Astra di Bloro dimulai dengan langkah sederhana, yakni merehabilitasi kebun kakao. Bersama fasilitator lapangan Voni Francis, para petani bergotong royong menata ulang kebun yang sebagian besar pohonnya sudah renta.
Langkah-langkah yang dilakukan antara lain:
- Pemangkasan pohon tua untuk memberi ruang bagi tunas baru.
- Sambung samping dan sambung pucuk dengan klon unggul.
- Penanaman bibit baru hasil kombinasi teknik vegetatif dan generatif.
- Pemupukan alami dengan sistem rorak untuk menjaga kesuburan tanah dan cadangan air.
Dengan upaya ini, target peningkatan produktivitas pun dicanangkan: dari 600 kg menjadi 1–1,3 ton per hektar.
Baca Juga : Batu Cermin: Dari Wisata Goa Hingga Kopi, Vanili, dan Mete Mendunia
Kelompok Tani, Nafas Kolektif Desa
Sejak 1990, Bloro hidup melalui Kelompok Tani Pleapuli. Dari urunan seribu rupiah setiap anggota, kelompok ini berkembang menjadi pengolah kakao: dari biji menjadi bubuk, dari fermentasi hingga cokelat batangan.
Selain itu, Pleapuli melahirkan Unit Simpan Pinjam (UBSP) yang menjaga perputaran ekonomi warga. Dua kelompok tani lain juga bergabung, memperkuat semangat gotong royong agar Bloro melangkah bersama, bukan sendiri.
Lebih dari Sekadar Kakao
Bagi Bloro, kakao bukan hanya soal ekonomi. Melalui fermentasi organik, mereka menghadirkan kualitas, cita rasa, dan cerita. Dari sini lahir pula gagasan menjadikan Bloro sebagai desa wisata edukatif tempat generasi muda dan wisatawan belajar bagaimana sebutir biji bisa berubah menjadi cokelat yang harum dan manis.
Jejak Harapan dari Desa Kecil
Di balik batang kakao yang dipangkas dan tanah yang digemburkan, tersimpan keyakinan: Bloro mampu menorehkan jejak besar. Desa kecil ini bukan sekadar titik di peta Nusa Tenggara Timur (NTT), melainkan cerminan harapan baru desa yang tumbuh, sejahtera bersama, dan menorehkan kisah manis lewat biji kakao. (TIM)
#KabarBaikSatuIndonesia

