Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab Lima Puluh Kota menggelar Festival Literasi Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2026 di kawasan Kantor Bupati di Sarilamak, pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi masyarakat sekaligus mendorong pembangunan nagari berbasis pengetahuan.
Dalam sambutan Bupati Lima Puluh Kota yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alfian, disampaikan bahwa festival literasi harus menjadi gerakan nyata untuk membangun budaya literasi di seluruh nagari, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Literasi sebagai kemampuan hidup tidak terbatas pada membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami dan menyaring informasi, mengolah pengetahuan, menghasilkan karya, mengambil keputusan yang baik, serta menciptakan perubahan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Mengangkat tema “Dari Perpustakaan untuk Masyarakat, Menguatkan Literasi, Membangun Nagari”, festival ini juga menyoroti tantangan literasi di era digital, terutama bagi generasi muda yang dihadapkan pada derasnya arus informasi.
Masyarakat dinilai perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar, memahami informasi secara bijak, serta memanfaatkannya untuk kegiatan yang positif dan produktif.
Selain itu, penguatan literasi di Kabupaten Lima Puluh Kota juga perlu berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya lokal. Kekayaan sejarah, adat istiadat, serta kearifan lokal Minangkabau menjadi bagian penting yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Alfian menegaskan bahwa upaya memperkuat budaya literasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, pemerintah nagari, guru, pustakawan, komunitas literasi, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda.
Menurutnya, literasi merupakan fondasi pembangunan masyarakat dan nagari. Karena itu, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengetahuan, kreativitas, dan pelestarian budaya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, Afri Efendi, dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta Festival Literasi 2026 berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, khususnya dari Kabupaten Lima Puluh Kota dan daerah sekitarnya.
Pada akhir kegiatan, panitia menyerahkan bantuan Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK NF) Tahun 2027 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia serta hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang diselenggarakan dalam rangka festival tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Perpustakaan Nasional RI, yakni Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Edi Wiyono, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), asisten dan staf ahli bupati, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, kepala dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten/kota se-Sumatera Barat, Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lima Puluh Kota, narasumber, serta tamu undangan lainnya. (ABD/Kominfo)

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.