Jakarta, http://sudutlimapuluhkota.com — Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar Program Penataan Akustik Masjid sebagai upaya meningkatkan kualitas tata suara Masjid di Indonesia. Program ini didukung oleh ParagonCorp dan bertujuan memperkuat kapasitas pengelola masjid melalui pelatihan tata suara yang terstruktur dan berkelanjutan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, hingga Tahun 2024 jumlah Masjid dan Mushallah di Indonesia telah mencapai lebih dari 800 ribu unit. Namun, pengelolaan sistem audio di banyak Masjid dinilai belum memenuhi standar, sehingga memengaruhi kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dalam beribadah.
Pembukaan program dilaksanakan pada Minggu (25/01/2026) di Paragon Community Hub, Kota Jakarta, dan diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari pengelola serta perwakilan masjid. Untuk Tahun 2026, Program Penataan Akustik Masjid direncanakan akan digelar di 10 kota besar di Indonesia dengan melibatkan sekitar 100 Masjid di setiap kota.
Baca Juga : ILUNI FKUI, ILUNI FTUI, dan ParagonCorp Donasikan Genset untuk Dukung Layanan RSUD Langsa Pasca Bencana Aceh
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, menegaskan bahwa penataan akustik Masjid merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah kepada jamaah.
“Masjid harus menjadi tempat yang menenangkan dan memudahkan jamaah dalam beribadah. Tata suara yang baik dan jelas akan membantu penyampaian pesan keagamaan secara lebih efektif serta mendukung kekhusyukan ibadah,” ujarnya.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Co-Founder ParagonCorp, Salman Subakat. Ia menegaskan komitmen ParagonCorp dalam mendorong penguatan peran Masjid sebagai pusat pembinaan umat.
“Masjid memiliki peran strategis dalam membangun kualitas umat. Dukungan ParagonCorp terhadap program ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan lingkungan ibadah yang lebih nyaman, tertib, dan mendukung kekhusyukan jamaah,” kata Salman.
Sementara itu, EVP & Chief of People and Business Ecosystem Development ParagonCorp sekaligus Ketua Penataan Akustik DMI, A. Miftahuddin Amin, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia pengelola Masjid.
“Pengelolaan tata suara Masjid tidak hanya berkaitan dengan perangkat, tetapi juga kompetensi pengelolanya. Melalui program ini, kami mendorong lahirnya pengelola masjid yang profesional agar sistem audio dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pelatihan dalam program ini difasilitasi oleh Eep S. Maqdir, praktisi audio visual dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang tata suara dan sistem audio Masjid. Peserta dibekali pemahaman teknis dan praktis mengenai prinsip dasar akustik Masjid, standar tata suara ideal, serta pengelolaan perangkat audio yang tepat guna.
Sejumlah kajian menunjukkan bahwa sistem akustik yang tidak ideal dapat memengaruhi kenyamanan jamaah serta efektivitas penyampaian pesan keagamaan. Melalui Program Penataan Akustik Masjid, DMI bersama ParagonCorp dan pemangku kepentingan lainnya berupaya mendorong terwujudnya Masjid yang lebih nyaman, inklusif, dan profesional dalam pengelolaan tata suara di berbagai daerah di Indonesia. (TIM)

