• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
Sudut Lima Puluh Kota
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
Sudut Lima Puluh Kota
No Result
View All Result
Home Nasional

Wardah dan Kahf Jadi Studi Kasus Brand Halal Autentik dalam Buku Terbaru IHATEC

Redaksi by Redaksi
25 Mei 2026
in Nasional
0 0
0
Wardah dan Kahf Jadi Studi Kasus Brand Halal Autentik dalam Buku Terbaru IHATEC
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, http://sudutlimapuluhkota.com – Konsep halal kini dinilai berkembang melampaui sekadar sertifikasi produk dan semakin dipandang sebagai fondasi kepercayaan serta strategi bisnis yang menyeluruh. Perspektif tersebut menjadi salah satu sorotan dalam peluncuran buku Authentic Halal Brand: Dilengkapi Studi Kasus Merek yang Mengusung Nilai-nilai Halal yang diterbitkan IHATEC Publisher dan resmi diluncurkan pada Rabu, (20/05/2026).

Buku tersebut mengulas perkembangan industri halal global yang semakin menempatkan halal sebagai representasi transparansi, tanggung jawab, dan integritas sebuah merek. Seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap brand yang berlandaskan nilai (value-driven brand), semakin banyak perusahaan yang membangun pendekatan autentik dalam mengimplementasikan nilai halal.

Dalam buku tersebut, dua merek milik ParagonCorp, yakni Wardah dan Kahf, menjadi studi kasus yang dinilai berhasil menerapkan konsep Authentic Halal Brand secara menyeluruh. Keduanya ditempatkan pada Level 4 Authentic Halal Brand, tingkat maturitas tertinggi dalam konsep tersebut, karena dinilai konsisten menghadirkan nilai halal dalam proses bisnis, komunikasi merek, hingga kontribusi sosial yang berkelanjutan.

Baca Juga : ILP 2026 Resmi Dibuka, ParagonCorp Perkuat Peran Dosen dalam Transformasi Pendidikan

Founder dan CEO Inspark Indonesia, Dr. Wahyu T. Setyobudi, yang juga penggagas konsep Authentic Halal Brand, mengatakan bahwa perusahaan saat ini tidak cukup hanya memenuhi aspek kepatuhan halal, tetapi juga perlu mengintegrasikan nilai tersebut ke dalam identitas, budaya perusahaan, dan pengalaman konsumen.

“Authentic Halal Brand tumbuh dari kepedulian nyata sebuah brand untuk menjadikan nilai halal bukan sekadar atribut, melainkan value yang menyatu, menghidupkan arah bisnis, budaya, inovasi, hingga makna yang dirasakan konsumen,” ujar Wahyu.

Dalam buku tersebut, Wardah disebut sebagai salah satu merek yang berhasil mengubah persepsi halal di industri kecantikan Indonesia. Sejak awal kehadirannya, Wardah tidak hanya menjadikan halal sebagai atribut produk, tetapi juga sebagai nilai yang mendorong keberdayaan, keberanian, dan relevansi yang inklusif bagi berbagai generasi.

Senior Group Head Wardah Masterbrand & Skincare Paragon Technology and Innovation, Novia Sukmawaty, mengatakan bahwa halal bagi Wardah merupakan komitmen untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bagi Wardah, halal bukan hanya tentang apa yang boleh digunakan, tetapi tentang bagaimana sebuah brand dapat menghadirkan rasa aman, percaya, dan kebermanfaatan secara konsisten. Kami percaya halal harus hidup dalam kualitas produk, proses bisnis, hingga kontribusi yang kami hadirkan bagi masyarakat,” kata Novia.

Menurutnya, komitmen tersebut mendorong Wardah untuk terus menghadirkan inovasi berbasis sains, komunikasi yang bertanggung jawab, serta berbagai program sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kahf dinilai sebagai contoh bagaimana nilai halal dapat diterjemahkan secara kontekstual dan relevan bagi pria modern. Dalam buku tersebut, Kahf diperkenalkan sebagai companion brand yang mendampingi konsumen untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka tanpa pendekatan yang menggurui.

Group Head of Brand Development PC & Innovation Kahf, Andrie Kurniarahman, mengatakan pendekatan tersebut lahir dari pemahaman bahwa konsumen membutuhkan merek yang autentik dan relevan dengan perjalanan hidup mereka.

“Bagi Kahf, halal bukan hanya menjadi fondasi produk, tetapi nilai yang diterjemahkan secara relevan dalam kehidupan pria modern. Karena itu, Kahf ingin tumbuh bersama konsumen dengan membangun ekosistem positif bersama komunitas dan partner yang memiliki semangat sejalan, serta hadir sebagai pendamping dalam perjalanan mereka menjadi versi diri yang lebih baik,” ujarnya.

Selain membahas Wardah dan Kahf, buku Authentic Halal Brand juga memuat berbagai studi kasus dari sejumlah sektor industri, mulai dari makanan, logistik, hingga perhotelan. Studi kasus tersebut menunjukkan bahwa nilai halal dapat menjadi fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui peluncuran buku ini, IHATEC berharap semakin banyak pelaku industri memandang halal tidak hanya sebagai standar kepatuhan, tetapi juga sebagai kerangka nilai yang mampu membangun kepercayaan, loyalitas konsumen, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. (TIM)

Jumlah Pengunjung: 9
Tags: BisnisBudayaBukuHalalHalal LifestyleIndonesiaJakartaKebudayaanKomunikasiKomunitaslima puluh kotaMakananMasyarakatMerek DagangParagonCorppayakumbuhPenulis BukuPerusahaansudutlimapuluhkotasumatera baratTeknologiTelekomunikasi
Previous Post

Indosat, Kemnaker, dan Wadhwani Foundation Berkolaborasi Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Berbasis AI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Wardah dan Kahf Jadi Studi Kasus Brand Halal Autentik dalam Buku Terbaru IHATEC
  • Indosat, Kemnaker, dan Wadhwani Foundation Berkolaborasi Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Berbasis AI
  • Pemko Payakumbuh Dukung Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Melalui Optimalisasi Dana Transfer Daerah
  • Pemko Payakumbuh Perkuat Digitalisasi Pengadaan, Wajibkan Transaksi Melalui e-Katalog Versi 6
  • Indeks Reformasi Birokrasi Payakumbuh Naik Jadi 84,02, Raih Predikat A- dari KemenPAN-RB

Recent Comments

  1. Ayendra Asmuti mengenai Bupati Lima Puluh Kota Klarifikasi Video Viral Mirip Dirinya, Tegaskan Jadi Korban Pemerasan
  2. SILVIYA mengenai Galodo dan Tanah Longsor Landa Nagari Baruah Gunuang, Puluhan Rumah, Jalan Hingga Sawah Warga Terdampak
  3. sudutgurun tikotok mengenai Opini: Belajar Bertanggung Jawab: Mengubah Hidup dari Cara Pandang
  4. Azzahra mengenai WaWaKo Payakumbuh Lepas Enam Atlet Sepatu Roda ke Ajang Internasional VERKA CUP 2025
  5. Chairul mustafa mengenai Sejarah Singkat Nagari Koto Alam
  • Nagari Baruah Gunuang, Kec.Bukik Barisan, Kab 50 Kota, Sumatera Barat 26257
  • 0858-3515-5158
  • sudutlimapuluhkota@gmail.com

Ikuti Kami

  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota

Kunjungi Kami

Statistik Pengunjung

Seedbacklink
© 2024 Official Website Sudut Lima Puluh Kota – Supported by Malakatech.com.All rights reserved