Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com — Pawai drumband dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Ke-80 Tahun Republik Indonesia di Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Rabu (20/08/2025), menghadirkan kejutan istimewa. Salah satunya datang dari UPTD SMPN 3 Mungka, yang tampil berbeda dengan mengenakan kostum batik gambir, produk lokal khas daerah tersebut.
Sekolah yang berlokasi di Jorong Kubang Balambak, Nagari Simpang Kapuak ini berhasil mencuri perhatian ribuan penonton. Saat barisan drumband UPTD SMPN 3 Mungka melintas, sorak-sorai masyarakat pecah menyaksikan seragam unik bermotif batik gambir yang jarang ditampilkan di ajang serupa.
Kepala Sekolah UPTD SMPN 3 Mungka, Setya Ahmadi, S.Pd., menegaskan bahwa penggunaan batik gambir bukan semata pilihan estetika, tetapi juga langkah nyata untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda sekaligus masyarakat luas.
“Batik gambir adalah identitas daerah kita. Melalui momentum pawai kemerdekaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa dari pelosok pun bisa memberi warna berbeda dengan mengangkat budaya lokal. Anak-anak tampil percaya diri sekaligus ikut melestarikan warisan daerah,” ujar Setya Ahmadi.
Baca Juga : Pelatihan Batik Gambir Ditutup, 100 Karya Peserta Akan Tampil di Hari Batik Nasional
Ia menambahkan, selain menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal, inisiatif ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Dengan mengenakan batik gambir, para siswa belajar nilai kebersamaan, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap tradisi.
Langkah UPTD SMPN 3 Mungka ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut melalui foto dan video, kemudian membagikannya di media sosial. Banyak yang memuji kreativitas sekolah pelosok itu dalam menampilkan sesuatu yang unik dan sarat makna.
Penggunaan batik gambir sebagai kostum pawai pun dinilai sejalan dengan semangat kemerdekaan: berdikari, menjunjung tinggi budaya bangsa, sekaligus mengangkat potensi daerah.
“Kami berharap, ke depan lebih banyak sekolah dan komunitas yang ikut menampilkan batik gambir di setiap kegiatan, agar semakin dikenal luas,” tambah Setya.
Dengan langkah kecil namun penuh arti tersebut, UPTD SMPN 3 Mungka tidak hanya memeriahkan pawai kemerdekaan, tetapi juga turut menjaga keberlangsungan warisan budaya Minangkabau yang khas dan bernilai tinggi.
Salah seorang anggota drumband, Rahma (14), mengaku bangga bisa mengenakan batik gambir saat tampil di pawai. Ia merasa berbeda dari penampilan biasanya karena kostum itu membawa pesan budaya.
“Senang sekali bisa pakai batik gambir. Rasanya lebih percaya diri, apalagi banyak orang yang bilang seragam kami bagus dan unik. Jadi kami tidak hanya bermain musik, tapi juga ikut memperkenalkan batik daerah sendiri,” ungkapnya dengan senyum bangga.
Bagi para siswa SMPN 3 Mungka, pengalaman itu menjadi kenangan berharga sekaligus motivasi untuk terus menjaga warisan daerah. Semangat mereka menegaskan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal bisa ditanamkan sejak dini, bahkan melalui kegiatan sederhana seperti pawai kemerdekaan. (ABD)

