• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
Sudut Lima Puluh Kota
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Visi & Misi
No Result
View All Result
Sudut Lima Puluh Kota
No Result
View All Result
Home Kecamatan Nagari Baruah Gunuang

Baruah Gunuang, Nagari Di Atas Awan

Redaksi by Redaksi
8 Februari 2022
in Baruah Gunuang, Kecamatan Bukik Barisan, Nagari
0 0
0
Baruah Gunuang, Nagari Di Atas Awan
0
SHARES
205
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com – Baruah Gunuang adalah sebuah nagari (daerah) yang terletak di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota dan berbatasan langsung dengan daerah Bonjol Kabupaten Pasaman.

Kunjungi Website : Nagari Baruah Gunuang

Kalau ke daerah yang sering disebut dengan Bogor-nya Luak 50 ini, dari Payakumbuh mengarah ke mudiak, ke Suliki. Dari simpang tiga Tugu Suliki, belok kanan. Kalau ke kiri ke Pandam Gadang kampung Tan Malaka dan Koto Tinggi pusat PDRI. Jarak dari Payakumbuh ke Baruah Gunuang kurang lebih 42 kilometer.

 

Nagari dengan luas 16.788 m2 dengan jumlah penduduk sebanyak 4414 jiwa ini terletak pada 900-1000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang hawanya sejuk dan dingin, berkisar 20-21 derajat Celcius.

 

“Karena suasananya itu dan kadang berkabut, saya menyebutnya “Nagari di Atas Awan”, ujar tokoh Lima Puluh Kota, sekaligus Koordinator LSM Komunitas Peduli Sumbar (KAPAS), Isa Kurniawan.

 

Mayoritas penduduknya adalah petani. Dari dulu daerah ini merupakan sentra perkebunan tembakau dan cengkeh. Di masa jayanya di tahun 60-70-an banyak penduduknya yang pergi haji ke Makkah dan menyekolahkan anaknya ke sekolah tinggi-tinggi berkat komoditi tembakau dan cengkeh itu. ‘Pokoknya masyarakat Baruah Gunuang waktu itu mendapat dan berkecukupanlah,” ujar Isa.

 

Jejak masa jaya itu ternyata sekarang masih ada. Walaupun tidak sebanyak dulu lagi, tapi komoditi tembakau dan cengkeh dari Baruah Gunuang masih ada. Bedanya sekarang diiringi dengan komoditi lain seperti kakao (cokelat), cabe dan jeruk. Saat ini petani lebih antusias menanam jeruk dan cabe dari pada ke sawah karena hasilnya tiga kali lipat dari ke sawah. Cabe dan jeruk tersebut banyak dikirim ke Bangkinang, Pekanbaru dan Jawa.

 

“Di tahun 80-90-an sewaktu saya masih sekolah SD dan SMP, ketika liburan selalu pulang kampung ke Baruah Gunuang. Saat itu angkutan umum sangat terbatas sekali karena jalannya sangat buruk. Berkubang lumpur. Mobil tangguh yang bisa lewat itu sebangsa Jeep Willis. Kemudian kalau untuk angkut barang pakai kuda beban. Sering kalau ke Baruah Gunuang saat itu dengan jalan kaki dari Suliki sejauh 17 kilometer,” ujar Isa mengenang masa sulit mencapai Baruah Gunuang.

 

Di Baruah Gunuang pada tahun 90-an ada juga komoditi teh, bahkan sempat diekspor ke luar negeri. Tetapi akibat terjadinya konflik internal di dalam perusahaan teh itu, akhirnya sampai sekarang tutup dan terlantar. Tapi kebun tehnya sampai sekarang masih ada. Harusnya ini menjadi perhatian bagi Pemkab Kabupaten Lima Puluh Kota agar perkebunan teh itu bisa kembali menggeliat.

 

“Bisa saja melalui BUMNag (Badan Usaha Milik Nagari) yang mengelolanya, karena BUMNag menjadi tempat prioritas Dana Nagari atau Desa dari Presiden Jokowi lewat Kemendes PTT,” ujarnya.

 

Walaupun Nagari Baruah Gunuang terselip di antara bukit-bukit di Bukik Barisan, tetapi sekarang sudah agak maju. Listrik dan air PDAM serta Tower Jaringan Internet ( Telkomsel ) sudah menjangkau sampai ke pelosok bukit-bukit di 10 jorong yang ada yaitu :

– JORONG BARUAH GUNUANG I

– JORONG BARUAH GUNUANG II

– JORONG BANDA RAIK

– JORONG BIGAU

– JORON PAUAH

– JORONG TABEK GADANG

– JORONG PORONTIAN

– JORONG KUBU BARU

– JORONG PADANG TONGAH

– JORONG BUKIK KAMBUIK

 

“Malahan kondisinya, “nagari rasa kota”, ujar Isa tersenyum. Kalau dulu ibu-ibu di sini membordir pakai mesin jahit manual, sekarang sudah pakai mesin jahit listrik. Jalan malam pun tidak perlu lagi pakai pusung. Suasana di Baruah Gunuang sekarang sudah seperti di kota saja layaknya,” ujar Isa. (*)

Jumlah Pengunjung: 1,066
Tags: baruah gunuangbukik barisanbukit barisankecamatan bukik barisansudutlimapuluhkota
Previous Post

Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota

Next Post

Sejarah Singkat Nagari Sungai Naniang

Next Post
Sejarah Singkat Nagari Sungai Naniang

Sejarah Singkat Nagari Sungai Naniang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Wali Kota Payakumbuh Gerak Cepat Salurkan Bantuan Benih Jagung untuk Petani Terdampak Bencana
  • WaWaKo Payakumbuh Ingatkan ASN Jangan Lengah Hadapi Penilaian Ombudsman 2026
  • Wabup Lima Puluh Kota Buka Pelatihan DASHAT, Dorong Perubahan Perilaku Cegah Stunting
  • Pemko Payakumbuh Prioritaskan Tambahan TKD untuk Bencana dan Pemulihan Ekonomi
  • Pemko Payakumbuh Raih Prestasi di Bidang Pengadaan Barang dan Jasa

Recent Comments

  1. Ayendra Asmuti mengenai Bupati Lima Puluh Kota Klarifikasi Video Viral Mirip Dirinya, Tegaskan Jadi Korban Pemerasan
  2. SILVIYA mengenai Galodo dan Tanah Longsor Landa Nagari Baruah Gunuang, Puluhan Rumah, Jalan Hingga Sawah Warga Terdampak
  3. sudutgurun tikotok mengenai Opini: Belajar Bertanggung Jawab: Mengubah Hidup dari Cara Pandang
  4. Azzahra mengenai WaWaKo Payakumbuh Lepas Enam Atlet Sepatu Roda ke Ajang Internasional VERKA CUP 2025
  5. Chairul mustafa mengenai Sejarah Singkat Nagari Koto Alam
  • Nagari Baruah Gunuang, Kec.Bukik Barisan, Kab 50 Kota, Sumatera Barat 26257
  • 0858-3515-5158
  • sudutlimapuluhkota@gmail.com

Ikuti Kami

  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota
  • @sudutlimapuluhkota

Kunjungi Kami

Statistik Pengunjung

© 2024 Official Website Sudut Lima Puluh Kota – Supported by Malakatech.com.All rights reserved