Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menyerukan penghentian berbagai bentuk euforia dan mengajak masyarakat memperkuat solidaritas terhadap korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat dan wilayah lain di Indonesia.
Seruan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menghadiri Tabligh Akbar dan Istighotsah yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh di Lapangan Sari Bulan, Sawah Padang, pada Senin (08/12/2025).
Menurutnya, bencana yang terjadi di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, hingga Provinsi Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir merupakan duka bersama yang perlu disikapi dengan penuh keprihatinan.
“Dari Provinsi Aceh sampai Provinsi Sumatera Barat, bencana datang silih berganti. Kita berdoa semoga ini menjadi batasnya dan tidak berlanjut lagi,” ujar Wakil Wali Kota Elzadaswarman.
Baca Juga : Warga dan ASN Payakumbuh Barat Kumpulkan Rp126 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor
Ia menjelaskan, pola bencana hidrometeorologi semakin kentara seiring perubahan cuaca ekstrem dan dinamika angin yang bergerak cepat dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa dan berpotensi kembali lagi. Menghadapi situasi itu, ia menekankan pentingnya memperkuat keimanan, kerukunan, dan empati sosial.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemko Payakumbuh menghentikan seluruh kegiatan yang bersifat hiburan sepanjang tahun ini. “Tidak ada lagi perayaan berlebihan. Duka ini bukan hanya milik Kota Payakumbuh, tetapi juga Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, dan daerah lainnya di Provinsi Sumatera Barat,” tuturnya.
Pemko Payakumbuh juga akan menggelar zikir dan ceramah akbar pada 16 Desember 2025, sebagai ikhtiar bersama memohon perlindungan dan memperkuat kebersamaan antar masyarakat.
Di hadapan ribuan peserta tabligh akbar tersebut, Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengajak semua pihak untuk terus membantu warga terdampak. Ia secara khusus meminta pelajar menyampaikan pesan kepedulian kepada keluarga di rumah. “Anak-anak hebat yang hadir hari ini, sentuhlah hati orang tua. Sampaikan bahwa saudara kita membutuhkan uluran tangan,” ucapnya.
Ia mengapresiasi langkah Kemenag serta seluruh jajaran pendidikan yang turut bergerak dalam aksi kemanusiaan.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Payakumbuh, Hendri Yazid, menyampaikan bahwa kegiatan dimulai dengan istighotsah, muhasabah, dan shalat ghaib bagi korban bencana di Provinsi Sumatera Barat.
Kemenag juga menggalang donasi dan menyalurkan bantuan langsung ke lokasi yang sulit dijangkau dengan menggunakan sepeda motor.
“Mereka tidak bisa tidur nyenyak, sementara kita masih bisa beraktivitas dengan leluasa. Karena itu, kita bergerak membantu saudara-saudara kita,” pungkasnya. (ABD/MediaCenter)

