Limapuluh Kota, http://sudutlimapuluhkota.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Pati, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, terus berinovasi dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan nasional. Melalui program pembinaan kemandirian berbasis produktivitas, Lapas ini berhasil menyulap area kosong atau brenggang lahan di antara tembok dan blok hunian menjadi kawasan budidaya ikan dan perkebunan yang bernilai ekonomi.
Program tersebut mengadopsi konsep PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat), yang menekankan pada pelatihan dan praktik komoditas dengan masa panen singkat namun bernilai tinggi. Dengan sistem ini, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dapat melihat hasil nyata dari kerja keras mereka dalam waktu yang relatif cepat.
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung Pati, (isi nama pejabat jika tersedia), menyebutkan bahwa pemanfaatan lahan brenggang ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga ruang pembelajaran dan pemberdayaan. Hasil panen dan budidaya ini menjadi bukti nyata kerja keras warga binaan,” ujarnya.
Kini, area yang sebelumnya tidak termanfaatkan telah disulap menjadi kolam-kolam ikan air tawar serta lahan tanam yang subur. Sejumlah komoditas unggulan seperti terong telah berhasil dipanen dan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal maupun dijual ke masyarakat sekitar.
Program ini tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga membuka peluang keterampilan baru bagi para WBP, sebagai bekal mereka untuk mandiri setelah kembali ke masyarakat. (HZ)

