Cuaca Sumatera

Diperbarui 04.47 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
28°
🌦 Gerimis ringan
Padang
28°
⛅ Berawan
Pekanbaru
28°
⛅ Berawan
Palembang
29°
⛅ Berawan
Banda Aceh
26°
🌦 Gerimis lebat
Batam
30°
⛅ Berawan
Bandar Lampung
29°
🌦 Gerimis ringan
Internasional

ParagonCorp Dukung Riset Kesehatan Mental Muslim melalui Stanford University

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"square_fit":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Pendanaan disalurkan melalui Paragon-Wardah Research Fund untuk mendukung penelitian di Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab.

California, http://sudutlimapuluhkota.com – Founder ParagonCorp memberikan dukungan pendanaan kepada Stanford University untuk mendukung penelitian kesehatan mental dalam perspektif Islam. Pendanaan tersebut disalurkan melalui Paragon-Wardah Research Fund di Stanford School of Medicine untuk menunjang kegiatan Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab.

Laboratorium tersebut dipimpin oleh Dr. Rania Awaad, MD, Clinical Professor of Psychiatry and Behavioral Sciences di Stanford University School of Medicine. Penelitian yang dilakukan berfokus pada kebutuhan kesehatan mental komunitas Muslim, termasuk stigma yang menghambat seseorang dalam mencari bantuan profesional serta hubungan antara kesehatan mental dan spiritualitas.

Deputy CEO and Chief of Research and Development ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan bahwa kesehatan manusia mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, dukungan terhadap penelitian tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan mental yang memahami dan menghormati keyakinan pasien Muslim.

“Kami percaya bahwa kesehatan seorang manusia mencakup kondisi fisik, mental, dan spiritual. Melalui dukungan kepada laboratorium Dr. Awaad, kami ingin berkontribusi dalam mengembangkan pengetahuan agar umat Muslim di berbagai belahan dunia dapat memperoleh layanan kesehatan mental yang juga memahami dan selaras dengan keyakinannya,” ujar dr. Sari Chairunnisa.

Baca Juga : Tiga Peneliti ParagonCorp Raih Penghargaan di SICS Summit 2026

Penelitian laboratorium tersebut mencakup berbagai isu, mulai dari psikologi Islam, stigma terhadap gangguan kesehatan mental, hingga persoalan penggunaan zat berbahaya dan perilaku bunuh diri. Selain itu, penelitian juga menyoroti kebutuhan kesehatan mental kelompok migran dan mahasiswa.

Dr. Rania Awaad menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Founder ParagonCorp. Menurutnya, pendanaan tersebut membantu laboratorium mengembangkan pengetahuan yang dibutuhkan tenaga kesehatan, pendidik, dan pemuka agama dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan komunitas Muslim.

Dukungan terhadap penelitian ini dinilai relevan bagi Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan masih menghadapi tantangan dalam akses layanan kesehatan mental.

Berdasarkan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, sekitar satu dari tiga anak dan remaja Indonesia berusia 10–17 tahun, atau setara dengan 15,5 juta orang, mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan sebelum survei. Namun, hanya 2,6 persen dari mereka yang mengakses layanan konseling atau mencari bantuan terkait masalah tersebut.

Awaad menjelaskan bahwa keyakinan agama dapat menjadi sumber kekuatan bagi sebagian pasien selama proses pemulihan. Namun, aspek spiritual tersebut belum selalu terakomodasi dalam layanan kesehatan mental yang diterima pasien.

“Bagi banyak pasien kami, keyakinan agama menjadi sumber kekuatan selama proses pemulihan. Namun, aspek ini belum selalu menjadi bagian dari layanan kesehatan mental yang mereka terima,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut memungkinkan laboratorium melanjutkan penelitian dan pelatihan untuk membantu komunitas Muslim menghadapi stigma yang kerap menjadi penghalang dalam mencari bantuan profesional, termasuk di Indonesia.

Paragon-Wardah Research Fund merupakan dana yang dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan dan kebutuhan laboratorium. Dana tersebut mendukung misi laboratorium secara keseluruhan di bawah arahan Dr. Rania Awaad, sedangkan penentuan prioritas penelitian tetap menjadi kewenangan laboratorium. (TIM)

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *