Cuaca Sumatera

Diperbarui 13.20 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
25°
🌦 Hujan lokal
Padang
25°
🌦 Gerimis ringan
Pekanbaru
25°
⛅ Berawan
Palembang
25°
🌦 Hujan lokal sedang
Banda Aceh
25°
🌦 Gerimis ringan
Batam
26°
⛅ Berawan
Bandar Lampung
26°
⛅ Berawan
Kota Payakumbuh

Lindungi Bayi dari Penyakit Menular, Pemko Payakumbuh Gelar Imunisasi Kejar

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"square_fit":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com – Cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi di Kota Payakumbuh baru mencapai 18,9 persen hingga September 2026. Angka tersebut masih di bawah target sebesar 56,8 persen. Untuk meningkatkan cakupan sekaligus melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menggencarkan program Bulan Imunisasi Kejar.

Program tersebut dilaksanakan melalui edukasi kepada orang tua dan pelayanan imunisasi bagi bayi serta balita yang dipusatkan di Puskesmas Payolansek, pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini melibatkan delapan puskesmas yang tersebar di Kota Payakumbuh.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Staf Ahli Wali Kota Erizon mengatakan, imunisasi merupakan langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, ia mengimbau para orang tua agar memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

“Imunisasi lengkap adalah hak anak dan tanggung jawab kita bersama. Satu anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap berisiko menularkan penyakit kepada anak-anak lainnya,” kata Erizon.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Payakumbuh, Ny. Eni Zulmaeta, turut mengingatkan orang tua agar bijak dalam menyaring informasi, terutama terkait isu kesehatan dan imunisasi yang beredar di masyarakat.

Menurutnya, informasi yang tidak benar mengenai imunisasi dapat memengaruhi keputusan orang tua dalam memenuhi kebutuhan kesehatan anak.

“Orang tua harus bijak menyaring informasi. Imunisasi penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menjelaskan bahwa Bulan Imunisasi Kejar akan berlangsung selama satu bulan. Program ini bertujuan melengkapi imunisasi anak yang belum mendapatkan vaksinasi atau belum menuntaskan imunisasi sesuai jadwal.

Program tersebut juga merupakan perluasan pelaksanaan Pekan Imunisasi (Penari) dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62. Durasi pelaksanaannya diperpanjang dari semula satu minggu menjadi satu bulan agar pelayanan imunisasi dapat menjangkau lebih banyak anak.

Yanti menyebutkan, sasaran program ini adalah bayi berusia 0–11 bulan dan anak berusia 12–23 bulan. Pemberian imunisasi disesuaikan dengan kebutuhan serta riwayat vaksinasi masing-masing anak.

“Melalui pelayanan imunisasi kejar, kami berharap cakupan imunisasi dasar lengkap meningkat dan anak-anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” kata Yanti.

Dalam kegiatan di Puskesmas Payolansek, sebanyak 80 orang tua yang mewakili delapan puskesmas mendapatkan edukasi mengenai manfaat imunisasi. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paliko dan disertai pelayanan vaksinasi oleh petugas kesehatan.

Yanti menegaskan, peningkatan cakupan imunisasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu hingga orang tua. Kader penggerak inovasi Sahabat Bayi juga diharapkan berperan dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai imunisasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Payakumbuh Ny. Yeni Elzadaswarman, dokter spesialis anak dr. M. Luthfi Suhaimi, Sp.A, selaku narasumber, serta jajaran pimpinan puskesmas dan penanggung jawab program imunisasi se-Kota Payakumbuh.

“Kejar sebelum usia satu tahun, tuntaskan sebelum usia dua tahun. Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan terutama orang tua,” pungkas Yanti. (ABD/MediaCenter)

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *