Payakumbuh, http://sudutlimapuluhkota.com — Polemik terkait prosesi adat dalam peresmian Balai Adat Sigamak-Gamak, Nagari Ulu Aia, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, masih menjadi perhatian sejumlah tokoh Luak Limopuluah.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan yang dikemas dalam kegiatan Baronggok di kawasan Payolinyam, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, pada Jumat (25/09/2026) sore.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh adat, budayawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, mantan anggota dan pimpinan DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, pemangku adat, serta mantan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ferizal Ridwan.
Kegiatan itu diinisiasi Ferizal Ridwan sebagai ruang diskusi untuk menyikapi prosesi adat yang berlangsung pada Senin (21/09/2026). Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi tersebut adalah penggunaan pakaian kebesaran adat Minangkabau, termasuk saluak, oleh dua orang yang disebut dalam pertemuan sebagai warga Riau.
Ferizal Ridwan mengatakan, kegiatan Baronggok digelar karena adanya sejumlah hal yang dinilai perlu dibahas bersama terkait prosesi adat tersebut.
“Iya, hari ini kita menggelar pertemuan atau Baronggok untuk menyikapi perkembangan di lingkungan kampung kita, yakni persoalan prosesi adat di Nagari Ulu Aia, Kecamatan Harau, pada 21 September 2026 lalu. Sebab, prosesi tersebut dinilai memiliki sejumlah kejanggalan,” ujar Ferizal Ridwan.
Menurut Ferizal Ridwan, forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai pandangan, saran, serta solusi terkait persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
“Terima kasih kepada banyak pihak yang hadir dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan akan melahirkan pendapat, saran, dan solusi untuk ke depannya terkait persoalan yang terjadi,” katanya.
Ferizal Ridwan menambahkan, pihaknya juga telah mengundang panitia peresmian Balai Adat, wali nagari, serta sejumlah pihak terkait untuk hadir dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga : Peresmian Balai Adat Sigamak-Gamak dan Rencana Malewakan Gala di Ulu Aia Menuai Penolakan Tokoh Adat
LKAAM Soroti Penggunaan Pakaian Kebesaran Adat
Sebelumnya, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Lima Puluh Kota, Zulhikmi, S.Pd., M.MPd., Rajo Suaro, turut menyoroti penggunaan pakaian kebesaran adat Minangkabau oleh dua orang yang hadir dalam prosesi tersebut.
Zulhikmi mengaku terkejut setelah melihat foto yang beredar dan memperlihatkan kedua orang tersebut mengenakan saluak serta pakaian kebesaran yang identik dengan pemangku adat Minangkabau.
“Eh, pakai saluak itu? Di awal, Pak Wabup sudah langsung mengonfirmasi kepada salah seorang panitia dan dinyatakan tidak ada malewakan gala kepada keduanya, yakni Tukiran Dt. Bandaro Putiah dan Edbert Dt. Bandaro Mudo. Sehingga kita yakin. Namun, belakangan beredar foto tersebut. Kita beradat, jadi kalau melihat foto itu, kan simbol. Kalau orang melihat foto itu, pasti ada anggapan adanya pengakuan niniak mamak terhadap orang dalam foto tersebut,” ujar Zulhikmi, pada Selasa (22/09/2026).
Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota itu mengatakan, pemahaman mengenai adat Minangkabau perlu terus diperkuat, khususnya terkait penggunaan simbol-simbol adat.
“Perlu pembinaan terhadap kita, di samping Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Yang jelas, kalau pada prinsip pokok, niniak mamak atau datuak itu adalah Islam. Sementara yang dipakai oleh keduanya adalah simbol-simbol datuak,” katanya.
Zulhikmi mengatakan, LKAAM Kabupaten Lima Puluh Kota akan melakukan koordinasi dan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan mengenai prosesi tersebut.
“Kita akan koordinasikan dan kita sikapi kembali hal ini. Artinya, bisa kita panggil atau komunikasikan lagi untuk klarifikasi dengan wali nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan kalau perlu panitia yang memberikan pengakuan kepada Wakil Bupati. Ini tidak bisa didiamkan,” ujarnya.
Polemik tersebut selanjutnya masih menunggu penjelasan dari pihak panitia peresmian Balai Adat Sigamak-Gamak, Pemerintah Nagari Ulu Aia, serta pihak-pihak lain yang terkait dengan prosesi adat tersebut. (TIM)

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.